Berita

Ratusan Penyandang Disabilitas di Bantul Ikuti Jamkesus

Rabu Wage, 24 Mei 2017 09:51 WIB 314

foto
Drs H Suharsono Bupati Bantul saat mengunjungi pennyelenggaran Jamkesus Terpadu di BRTPD Pundong pada Selasa, 23 Mei 2017 di damping Bambang Agus Subekti, SKM, MPH Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Bantul. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Ratusan penyandang disabilitas di Bantul, mengikuti Pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus)  Terpadu Bantul yang di selenggarakan di BRTPD Pundong.  Kegiatan yang diselenggarakan selama  dua hari Selasa (23/5) dan Rabu (24/5) ini melibatkan banyak elemen OPD di Bantul antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, hingga Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil. Selain OPD Puskesmas, Kecataman, Satpol PP, dan juga BKKB Kabupaten Bantul.

Bambang Agus Subekti, SKM, MPH Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul saat ditemui di lokasi Jamkesus menuturkan bahwa kegiatan ini sudah dilangsungkan sejak tahun 2016. Bas menargetkan kegiatan Jamkesus ini dapat menyasar 300 penyandang disabilitas.

“kami memiliki komitmen untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan untuk semua kalangan termasuk penyandang disabilitas,” ujar Bas.

Ia juga menjelaskan penyelenggaraan Jamkesus kali ini menyasar 8 Kecamatan di Bantul yaitu Pleret, Jetis, Pandak, Sanden, Pleret, Pundong, Bambanglipuro dan Imogiri. Disamping mengadakan pelayanan Jamkesus terpadu bagi penyandang disabilitas, namun juga mengadakan pelayanan preventif dan pemeriksaan TORCH (Toksoplasma, tubela, cytomegalovirus/CMV dan herpes).

“Kebanyakan kasus disabilitas bukan disebabkan oleh kelainan kongenital, namun lebih banyak oleh penyakit TORCH, oleh Karen itu kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit TORCH,” jelasnya

Drs H Suharsono Bupati Bantul saat berkunjung di BRTPD Pundong mengungkapkan pihaknya akan mempermudah membuat kartu jaminan kesehatan  seperti BPJS Kesehatan.

“jangansampai ngurus kartu sulit, dan bagi teman-teman disabilitas yang membutuhkan bantuan saya minta mengajukan bantuan social. Paling tidak saya anggarkan 1 Miliar, tapi bertahap,” pungkas dia. (YA)