Berita

Bidan Desa Harus menjadi Agen Kesehatan Mewujudkan Bantul Sehat

Jumat Kliwon, 14 Juli 2017 11:12 WIB 191

foto
Bambang Agus Subekti, SKM, MPH Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bantul saat memberikan materi kepada para Bidan Desa di Aula Medika pada Rabu 12 Juli 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul selalu berupaya menekan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. “Angka kematian ibu (AKI) dan AKB saat ini masih menjadi indikator kinerja utama Dinkes Kabupaten Bantul,” ujar Bambang Agus Subekti, SKM, MPH Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bantul. Ia juga menegaskan bahwa tahun 2017 ini Dinkes menargetkan 0% untuk AKI akibat pendarahan, maupun AKB akibat gizi buruk.

Baca: Dinkes dan IDI Ajak Seluruh Dokter Di Bantul Turunkan AKI

Berbagai upaya dilakukan oleh Dinkes salah satunya adalah dengan menyelenggarakan “Bimbingan Teknis (Bimtek) Bidan Desa”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi di Aula Medika Dinkes ini digelar selama dua hari yaitu, 11-12 Juli 2017.

 “Latar belakang pertemuan ini adalah mengembalikan Bidan Desa pada khitahnya yaitu mengoptimalkan pemantauan permasalahan kesehatan di desa di wilayah kerjanya,” ujar dr. RR Anugerah Wiendyasari Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi.

Ia juga menegaskan dalam menjalankan tugas Bidan Desa harus sesuai dengan permenkes 43 Tahun 2016 yang terdiri dari 4 indikator standar pelayanan masyarakat. Keempat standar tersebut adalah pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan bayi baru lahir 0-28 hari, dan pelayanan kesehatan balita 0-59 bulan. Sehingga pertemuan ini menjadi penting untuk meningkatkan kemampuan Bidan Desa dalam menangani dan membantu Ibu hamil, ibu  nifas, bayi maupun belita.

dr Bambang Basuki, SpOG(K) dari Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUD Panembahan Senopati mengatakan tingginya AKI melahirkan disebabkan sejumlah faktor antaralain pendarahan, kemudian disusul eklampsia, infeksi, jantung, dan syok.

“Untuk menganangi masalah AKI tersebut maka dari itu diperlukan pengetahuan tentang obsterti yang optimal,” tegas dr Bambang.

Baca Juga: Bupati Brebes Ajak Dinkes Brebes Studi Banding ke Dinkes Bantul

Dinkes(YA)