Berita

Terapi Musik (Brain Booster) sebagai Program Inovasi Puskesmas Bantul I

Kamis Wage, 17 Agustus 2017 10:26 WIB 100

foto
Candra Wirawati (22th) saat mengikuti terapi musik di Puskesmas Bantul I pada Senin, 14 Agustus 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Dr. Alferd A Tomatis pada tahun 1991 mengeluarkan sebuah buku berjudul “Pouquoi Mozzart” yang berpendapat  musik klasik khususnya Mozart dapat menstimulasi otak. Tahun-tahun berikutnya makin banyak ahli neurologi meneliti tentang keberadaan music klasik bagi otak. 


Kini masyarakat Bantul dapat menikmati terapi music klasik yang telah teruji secara medis dapat menstimulasi otak janin di Puskesmas Bantul I. Puskesmas yang berlokasi di Jln. KH.Wahid Hasyim ini menggunakan terapi musik guna mengoptimalkan perkembangan janin sebagai langkah meningkatkan pelayanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).


 “Antenatal Care (ANC) adalah program yang terencana observasi, edukasi dan penanganan medic pada ibu hamil. Komponen ANC meliputi edentifikasi resiko serta pencegahan dan penaganan penyakit yang berhubungan dengan kehamilan,” jelas Haryati S.SIT, Kepala Puskesmas Bantul I. Ibu Haryati juga menjelaskan program ini merupakan upaya yang dilakukan Puskesmas bantul I dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga diharapkan akan menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). 


Program Brain Booster yang mulai di tawarkan ke ibu hamil yang berkunjung 2016 tahun lalu ini disambut baik oleh pengunjung Puskesmas Bantul I, salah satunya adalah Dian Pertiwi.

“Ya saya sangat senang dengan adanya terapi musik bagi Ibu hamil ini, karena memang saya cari informasinya di dunia medis terapi ini bagus buat meningkatkan kecerdasan otak calon bayi dan membuat ibunya juga tenang,” ujar Dian Pertiwi warga Dusun Peni saat melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Bantul I, Senin (14/8).  Selain Dian, Candra Wirawati juga mengatakan terapi musik yang diberikan oleh Puskesmas Bantul I tak hanya baik untuk janin namun juga Ia (ibu) juga menjadi tambah tenang karena kita diajarkan pengaturan pernafasan saat mendengarkan musik. 


Ibu Haryati menegaskan bahwa terapi musik yang dilaksanakan pada hari Senin, Rabu dan Jumat pukul 08.00-12.00 gratis atau tidak dipungut biaya. 


“Layanan terapi ini dapat diakses oleh semua ibu hamil yang datang periksa di Puskesmas Bantul I, dan terapi ini gratis,” tegas Ibu Haryati. Ia juga menganjurkan Ibu hamil dapat melakukannya di rumah selama 30 menit. 


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul sangat mengaprsiasi program inovasi yang dikeluarkan oleh Puskesmas Bantul I, dan berharap Puskesmas lain juga dapat termotivasi untuk berinovasi. 
“Inisiatif dan Inovasi ini diharapkan dapat berkelanjutan dan dapat di replikasi di semua pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan Ibu Hamil” kata Dyah Pangestu Utami, SKM., M.SE Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tradisional Dinkes Kabupaten Bantul.  Dinkes/YA