Berita

Puskesmas Banguntapan II lakukan Sosialisasi Kampanye Imunisai MR di Pondok Pesantren Jamilurrahman

Jumat Kliwon, 18 Agustus 2017 10:46 WIB 145

foto
Foto pamflet sosialisasi MR di Pondok Pesantren Jamallurahman pada Minggu 13 Agustus 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Minggu (13/8), Puskesmas Banguntapan II bekerjasama dengan Pondok Pesantren Jamalurrahman Banguntapan menyelenggarakan “Sosialiasasi Kampanye Imunisasi MR” di Aula Pondok Pesantren”. Kegiatan ini adalah upaya Puskesmas Banguntapan II dalam rangka menyukseskan program Kampanye Imunisasi MR di bantul, khususnya Kecamatan Banguntapan.

Baca: Puskesmas Banguntapan II Dampingi Launching Posyandu Sakinah

“Imunisasi merupakan salah satu langkah preventif guna terhindar dari penyakit campak dan rubella, jadi manfaatnya jauh lebih banyak dari pada mudaratnya sehingga hukumnya adalam islam itu boleh atau mubah,” terang Ustadz Zaenuddin Al-Anwar salah satu pembicara dalam acara sosialisasi tersebut. Ia juga mmengutarakan bahwa hal tersebut selaras dengan fatwa MUI nomor 4 Tahun 2016 bahwa imunisasi pada prinsipnya dibolehkan atau mubah di dalam rangka menjaga kesehatan.

Trisna Agung Wibawa salah satu staf Dinas Kesehatan DIY saat menjadi pembicara dalam sosialisasi tersebut menyatakan bahwasanya Imunisasi ini merupakan upaya pemberian peningkatan kekebalan tubuh.

“Ketebalan ilmiah bisa tercipta apabila 95% telah terimunisasi, jadi mari kita bersama-sama mewujudkan itu agar target pemerintah di tahun 2020 bebas Campak dan Rubella dapat terwujud,” ujar Pak Trisna. Ia juga menegaskan bahwasanya Kampanye Imunisasi MR ini gratis, dan dapat diakses oleh semua anak yang berumur 9 bulan hingga 15 tahun.

dr Kiswarjanu. SpA salah seorang dokter sepesialis anak senior di Yogyakarta sebagai salah satu pembicara dalam kegiatan ini juga menegaskan bahwasanya yang perlu diperhatikan oleh masyarakat adalah dampak yang akan terjadi di masyarakat.

“Dan jika yang bersangkutan (yang diimunisasi) calon ibu, juga mencegah agar bayi yang dikandung tidak kena kelainan kongenital seperti jantung bocor dan kebutaan,” jelasnya. Mengingat pentingnya imunisasi MR bagi anak, dr Janu berharap pemerintah baik pusat dan daerah memberikan penjelasana secara ilmiah.

Saat ditanyai mengenai kenapa harus digabung antara Campak dan Rubella, dr Janu menjelaskan bahwa embel-embel rubella, sebelumnya ada imunisasi campak karena 60-70% anak-anak yang terkena campak juga terkena rubella.

 “Pemerintah dan tokoh agama dalam masyarakat perlu melakukan sosialisasi MR, dan orang tua masyarakat perlu berpartisipasi menjaga kesehatan termasuk memberi dukungan pelaksanaan imunisasi,” ajak dr. Janu. Dinkes/YA

Baca Juga: Ingat, Imunisasi Measles Rubella (MR) Serentak digelar Agustus-September 2017