Berita

Konselor KB Harus Paham Kondisi Psikologi Akseptor

Selasa Wage, 22 Agustus 2017 08:15 WIB 126

foto
Veny Hidayat., M.Psi salah satu dosen Psikologi UNY saat memberikan konsultasi psikologi di depan para penanggung jawab Program KB dari Puskesmas se Kabupaten Banttul dan Rumah Sakit di Kabupaten Bantul

Bantul, Dinkes- Capaian akseptor KB aktif di Kabupaten Bantul dalam 3 tahun terakhir mengalami penurunan. Kondisi ini sangat memperhatikan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, dalam hal ini Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga & Gizi) dengan menyelenggarakan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Program KB di Kabuupaten Bantul”, Rabu lalu (16/8).

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Medika Dinkes Kabupaten Bantul ini dihadiri oleh 27 penganggung jawab Program KB dari Puskesmas se Kabupaten Bantul dan 13 dari Rumah Sakit di Kabupaten Bantul.

Nur Khaeni Santi., S.ST penganggung jawab Program KB Seksi Kesga & Gizi mengutarakan berbagai alasan yang menyebabkan capaian menurun salah satunya dikarenakan kemampuan konselor dalam memberikan konseling yang masih kurang menyentuh sisi psikologis akseptor. Selain itu permasalah administrasi yang masih kurang menjadi penyebab kurangnya capaian akseptor KB.

 “Keadaan akseptor kan berbagai macam, makanya konselor perlu memiliki kapasitas dalam melakukan pendekatan psikologis agar apa yang disampaikan dapat lebih diterima dan efektif,” jelas Santi. Ia menegaskan kemampuan konselor ini akan berdampak pada keberhasilan program KB karena akseptor memilih metode konstrasepsi secara sadar dan sesuai dengan kondisinya.

Kemampuan pendekatan psikologis merupakan hal penting yang dimiliki sebagai konselor KB. Konselor KB akan memberikan konseling kepada akseptor tentang penanganan efek samping dan komplikasi dari setiap metode kontrasepsi, sehingga perlu adanya  kemampuan pendekatan psikologis.

“Pembangunan kesehatan yang diupayakan Dinkes merupakan pembangunan guna menungkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat termasuk didalamnya dalam pemilihan KB. Sehingga masyarakat akan memilih metode kontrasepsi secara sadar dan sesuai dengan kondisinya sendiri,” terang Santi

Veny Hidayat., M.Psi salah satu dosen Psikologi UNY  memberikan berbagai langkah yang dapat dilakukan konselor kepada calon akseptor. 

“Kolaborasi sangat penting dalam penyuluhan, dengan cara mengembangkan hubungan timbal balik, pertukaran informasi, identifikasi masalah sampai pengembangan solusi,” jelas Veny. Dinkes/YA

Baca: 8 Puskesmas di Bantul Sekarang Sudah Tersedia Layanan Psikologi