Berita

Wrokshop Rencana Kontigensi Prosedur Penanganan Bencana Banjir

Kamis Legi, 24 Agustus 2017 12:24 WIB 70

foto
Ak Luk Luk Firmansyah dari BPBD Bantul saat memaparkan materi Rencana Kontigensi tanggap bencana Banjir di hall Husada pada Rabu, 23 Agustus 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Kabupaten Bantul terkategori sebagai daerah rawan bencana banjir. Dari 5 Kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Bantul merupakan daerah terawan banjir pertama dibanding daeraha lain . Oleh karena itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul sebagai coordinator klaster kesehatan menyelenggarakan workshop kontigensi tanggaap bencana Banjir di Hall Husada Kabupaten Bantul. Kegiatan wrokshop yang diselenggarakan selama dua hari ini (23-24 Agustus 2017) diikuti oleh Tim reaksi Cepat (TRC) Klaster kesehatan dari Dinkes, 27 Puskesmas dan 2 Rumah Sakit di Kabupaten Bantul.


“Workshop rencana kontigensi bertujuan untuk memberikan landasan operasional, strategi dan pedoman bagi TRC klaster kesehatan bencana Kabupaten Bantul,” terang dr T. Bintarta., M.Kes Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Bantul. 


Hadir juga Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bantul guna membantu menyususn perencanaan rencana kontingensi bencana banjir klaster kesehatan.


“Kalau di Bantul, sementara ini kejadian genangan akibat luapan air sungai yang alirannya tidak seperti biasanya karena sungai tidak mampu menampung debit air tinggi setelah hujan, terutama di daerah hilir yang dilalui sungai winongo dan sungai oya,” jelas Ak Luk Luk Firmansyah dari BPBD Bantul.


Oleh karena itu ia menegaskan perlu disusun sebuah rencana kontigensi klaster kesehatan sesuai amanat UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menyatakan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana meliputi prabencana, saat tanggap darurat dan pascabencana. 


“Renkon ini berisi dokumen yang mengatur peran dan fungsi masing-masing, untuk dikolaborasikan, sehingga menjadikan hasil kesepakatan dalam pembagian tugas saat penanggulangan bencana,” terang Dewi Saraswati dari Pusat Studi Bencana UGM saat menjadi narasumber dalam wrokshop ini. Ia juga menjelaskan Perencanaan kontigensi merupakan salah satu dari berbagai yang digunakan dalam siklus manajemen resiko, dilakukan ketika terdapat potensi untuk terjadinya bencana atau pada tahap aktivitas kesiapsiagaan. (Dinkes/YA)

Baca: Ibu Melahirkan di Kabupaten Bantul Dapat Menggunakan Jampersal