Berita

Training of Trainer (TOT) Pemberian Makanan Bayi dan Anak

Kamis Pon, 31 Agustus 2017 08:10 WIB 62

foto
Foto sesi saat peserta TOT PAMB mempelajari buku panduan pemberian makanan bayi dan anak. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Masalah seputar perbaikan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) masih menjadi sorotan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul. Hasil data profil gizi tahun 2016 kasus gizi buruk di Bantul sebanyak 0,40% dengan kasus stunted (pendek) 10,98% dan gizi lebih 3,27%. Meski sudah ada peningkatan capaian program gizi masyarakat namun, seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi terus melakukan upaya untuk meningkatan status gizi,khususnya balita.  

Baca: Peningkatan Kapasitas KIA menjadi Kinerja Utama Dinkes


Salah satu upaya yang dilakukan oleh Seksi Kesga & Gizi diantaranya dengan menyelenggarakan kegiatan “Training of Trainer (TOT) Pemberian Makanan Bayi dan Anak”.  Kegiatan yang diselenggarakan  di Aula KPRI Dinkes Bantul ini dilakukan selama sepekan ini (21-26 Agustus 2017) diikuti oleh perwakilan 12 kader kesehatan dari 4 kecamatan di Kabupaten Bantul. 

“Untuk mencegah dan menanggulangi permasalahan gizi pada balita adalah dengan pemberian makanan bayi dan anak sesuai standar emas perkembangan bayi dan anak . dan hal ini perlu peran petugas dan motivator menyusui di Kabupaten Bantul melihat perannya sebagai kepanjangan tangan petugas kesehatan dalam melakukan penyuluhan kesehatan,” terang dr. Rr Anugrah Wiendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi. 


Ia menegaskan kegiatan yang dilakukan oleh seksinya merupakan upaya penyadaraan masyarakat tentang pedoman gizi seimbang. Hal itu menjamin pemberian gizi seimbang sekaligus mencegah terjadinya kekurangan gizi pada anak. 

Peningkatan ketrampilan konselor dalam melakukan praktik PMBA hingga masalah meyusui menjadi hal penting dalam mejalankan tugas membantu masyarakat sekitar memberian makanan bayi dan anak.


“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, kami mendapatkan berbagai ilmu baik masalah pemberian makanan bayi dan anak, menyusui hingga masalah konseling gizi ke masyarakat,” ujar Ani salah satu peserta TOT PMBA. 


Tak hanya berkaitan dengan pemberian makanan gizi seimbang bagi bayi dan anak namun juga cara menyususi dan memecahkan kesulitas menyusui, mengidentifikasitanda/gejala anak yang memerlukan rujukan fasilitas kesehatan serta langkah konseling PMBA kepada masyarakat. 


“ Untuk setiap tahapan tumbuh kembang, dibutuhkan kalori yang cukup dan prinsipnya makanan yang diberikan harus dapat memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan,” kata Heni Dawati, STr Gizi saat mengisi dalam sesi Praktek PMBA.  Dinkes/YA

Baca juga: Wabup: Kesehatan Pondasi Utama