Berita

Empat Puskesmas di Kabupaten Bantul Jalani Penilaian Akreditasi

Selasa Pon, 5 September 2017 07:59 WIB 96

foto
Foto bersama Tim Surveior dengan Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul usai acara Prasurvei Akreditasi FKTP di Kabupaten Bantul 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Terhitung mulai Senin ini (4/9) puskesmas di Kabupaten Bantul diakreditasi tim surveyor untuk memenuhi standar kualitas pelayanan. Dra Khusnaini Arifah., M.Si Kepala Seksi Perijinan dan Peningkatan Mutu menjelaskan proses penilaian akreditasi puskesmas di Kabupaten Bantul dibagi menjadi 3 gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 3-10 September 2017. 


Pada gelombang pertama ini sebanyak empat puskesmas akan menjalani penilaian oleh tim surveyor akresitasi puskesmas dari Komisi Akreditasi FKTP.Keempat puskesmas tersebut adalah Puskesmas Sedayu II, Puskesmas Dlingo II, Puskesmas Bantul II dan Puskesmas Sewon I . Penilaian selama kurang lebih enam hari itu, akan dilakukan oleh dua tim surveyor yang berbeda.


“Kami berenam dibagi menjadi dua tim, yang mana tadi kami sudah bicarakan dengan tim pendamping akreditasi dari Dinkes,” ujar Suhartono Ketua Tim Surveior Akreditasi Puskesmas saat acara Prasurvei Akreditasi FKTP di Kabupaten Bantul  Tahun 2017 pada hari Minggu (3/9).


drg Maya Sintowati Pandji., MM Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyambut positif hal tersebut. Baginya akreditasi merupakan proses meningkatkan kualitas kepelayanan kepada masyarakat.


“Kita berkomitmen untuk meningkatkan terus pelayanan FKTP dalam hal ini puskesmas di Kabupaten Bantul agar bisa sesuai standar pelayanan,” ucapnya.


Tak hanya berjuang meningkatkan kualitas pelayanan puskesmas, Dinkes juga mendorong dan mendukung Puskesmas untuk melakukan program inovasi baik pelayanan kesehatan di puskemas juga pemberdayaan di masyarakat.   


Sementara itu menurut ketua tim surveior, akreditasi puskesmas merupakan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS. Sehingga nantinya dapat meningkatkan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap system manajemen, system manajemen mutu dan system penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan majemen resiko dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.


“Oleh karena itu kami mohon bimbingan kepada tim surveyor untuk memberikan pengarahan kepada teman-teman kami di puskesmas dalam rangka memenuhi standar yang ditetapkan Kemenkes RI,” tambah drg. Maya.  Dinkes/YA

Baca: Terapi Musik (Brain Booster) sebagai Program Inovasi Puskesmas Bantul I

Baca Juga: Puskesmas Banguntapan II lakukan Sosialisasi Kampanye Imunisai MR di Pondok Pesantren Jamilurrahman