Berita

Dinkes Kabupaten Bantul Raih Sertifikat ISO 9001: 2015

Jumat Pon, 24 November 2017 14:33 WIB 86

foto
Drs H Suharsono Bupati Bantul bersama Ketua TPPPK Kabupaten Bantul Erna Suharsono, drg Mayasintowati Pandji MM Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Dra Ninik Istitarini, Apt. MPH Sekertaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dan Rihaya Am.K., SE., M.Kes Auditor Badan Sertifikasi Nasional NQA Indonesia saat close meeting Audit Eksternal Surveilance Tahun I pada Kamis, 23 November 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Setelah dua hari berturut-turut (22-23 November 2017) dilaksanakan audit eksternal Surveillance Tahun I ISO: 9001: 2015, Dinkes Kabupaten Bantul medapatkan Sertifikat ISO 9001: 2015.

Bupati Bantul Drs Suharsono pada saat close meeting menyambut baik atas perolehan Sertifikat ISO 9001: 2015. Ia juga mengharapkan untuk bisa mempertahankan sertifikat tersebut.

“Mari kita untuk mewujudkan komitmen melayani masyarakat lebih baik,” ungkap Drs Suharsono.

Bupati Bantul mengharapkan, semoga keberhasilan Dinkes meraih sertifikat ISO ini memacu Dinas yang lain untuk berkarya dan melayani masyarakat dengan baik.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aisten Sekda bidang Pemerintahan Setda bantul Bambang Guritno, ia mengungkapkan bahwa sertifikasi ini penting untuk OPD sebagai pelayan publik di Kabupaten Bantul.

“ISO ini penting bagi pelayan public karena ini merupakan pengakuan dari lembaga yang mensyaratkan variable-variable sistem manajemen yang harus dipenuhi OPD,” ujar Bambang.

“yang kita bangun pertama komitmen, untuk memberikan pelayanan ke masyarakat, setelah system pelayanan buat kajian maka kita buat regulasi untuk mempercepat proses pelaksanaan system berdasarkan asas tanggung jawab, transparan dan terjangkau,” ungkap drg Maya Sintowati Pandji, MM Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Auditor Badan Sertifikasi Nasional NQA Indonesia Rohaya, Am.K.,SE.M.Kes mengungkapkan ada 15 temuan dari hasil dari Audit Eksternal, 13 observasi dan 2 minor.

“dari 15 obyek yang diaudit ada beberapa catatan yang bersifat normative, diantaranya penanganan dokumen kepegawaian dan tatatertib administrasi pengelolaan asset lancer seperti obat, cairan dan alat kesehatan,” ungkap Rohaya saat Close Meeting Penilaian Sertifikasi ISO 9001: 2015.  Lebih lanjut walaupun dalam pelaksanaan audit masih ada ditemukan hal yang harus diperbaiki, namun hal iitu hanya sekitar 15% , dan itupun sudah langsung diperbaiki.

“Dinkes bantul kami nyatakan layak mendapatkan Sertifikas ISO 9001: 2015 ini,”  pungkas Rohaya.

Dinkes/YA