Berita

Dinas Kesehatan Mendirikan Pos Kesehatan untuk menyambut Libur Natal dan tahun Baru

Rabu Legi, 27 Desember 2017 08:08 WIB 356

foto
Rr Endah Wahyuni, SKM. MPH Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Bencana (Yanruben) Dinkes Kabupaten Bantul saat koordinasi Kesiapsiagaan penyelenggaraan arus mudik & balik Natal dan Tahun Baru pada Selasa, 19 Desember 2017

Bantul, Dinkes-Arus lalu lintas kendaraan di kawasan Kabupaten Bantul menjelang Natal dan Tahun Baru diprediksi meningkat. Terlebih lagi Kabupaten Bantul sebagai daerah wisata yang mendappatkan penghargaan di Anugrah Pesona Indonesia 2017 sebagai 3 besar distenasi wisata Indonesia terpopuler 2017. Hal ini tentunya akan meningkatkan animo masyarakat mengunjungi DIY khususnya Bantul. Sehingga otomatis meningkatkan arus lalulintas. Terlebihlagi libur tahun dalam rangka natal dan tahun baru 2017 ini cukup panjang dan bertepatan dengan libur semester anak sekolah. Maka dari itu untuk mengantisipasi pristiwa tidak terduga di jalan maupun kawasan wisata, Dinas Kesehatan mengaktifkan Tim TRC yang terdiri Dinkes Puskesmas dan Rumah Sakit membuat Pos Kesehatan yang dibentuk pada lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dan tempat wisata.

“Setiap Pos kesehatan akan digawangi oleh 2 paramedis, 1 sopir, obat-obatan P3K dan 1 unit ambulance yang siap digunakan,” ungkap Rr Endah Wahyuni, SKM. MPH Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Bencana (Yanruben) Dinkes Kabupaten Bantul saat koordinasi Kesiapsiagaan penyelenggaraan arus mudik & balik Natal dan Tahun Baru, Selasa (19/12).

Pendirian Pos Kesehatan ini nantinya akan di lakukan di 6 titik yaitu Simpang Empat Druwo, Simpang Tiga Piyungan, TRP Parangtritis, Pos UKK Pantai Baru, Pos Pokdarwis Goa Cemara dan Pustu Mangunan. Dalam pendirian Pos Kesehatan ini selain Tim TRC Dinkes & Puskesmas dan juga dibantu oleh 4 RS di Kabupaten Bantul yaitu RS Panembahan Senopati, PKU Muhamadiyah Bantul, RS Nur Hidayah, dan RS Rajawali.

Bu Endah mengungkapkan setiap Petugas TRC dilengkapi dengan Handy Talkie sebagai alat komunikasi selain handphone , dan setiap petugas yang mendapat jaga Pos kesehatan untuk bertanggung jawab terhadap laporan harian pos kesehatan.

“Harap Tim selalu antisipasi Kejadian Luar Biasa (KLB) melalui surveilanas penyakit potensial wabah (ISPA dan pneumonia, DBD, diare,  leptospirosis, hepatitis A, avian influenza, hipertensi, difetri,  maupaun keracunan makanan) dan kasus tertentu termasuk kecelakaan lalu lintas, gigitan hewan, sengatan hewan, gastritis dan dyspepsia,” ungkapnya. Dinkes/YA