Berita

Program Jampersal 2018 di Bantul Kini Sudah Bisa Diakses

Senin Kliwon, 19 Februari 2018 13:44 WIB 991

foto
Salah satu peserta Sosialisasi mengambil foto pada Rabu, 14 Febuari 2018. Dinkes/YA
Bantul, Dinkes- Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan tahun 2018 ini mendapatkan Dana Jaminan Persalinan (Jampersal) sebesar Rp 2,1 M. Hal itu berdasarkan Permenkes Nomor 71 tahun 2016 yang tujuannya untuk mengurangi tingkat kematian ibu dan anak. Anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, yang dilaksanakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengacu pada mekanisme APBD 2018 dan Peraturan Bupati Nomor 60 Tahun 2017. “Pada Tahun 2017 lalu dari 1,6M hanya 14, 29% yang terealisasi jadi kami harapkan tahun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Bantul,”ungkap Sekertaris Dinas Kesehatan Kab. Bantul Dra. Ninik Istitarini, Apt MPH saat membuka kegiatan “Sosialisasi Program Jampersal Tahun 2018. Diungkapkan Dra. Ninik rendahnya terealisasinya secara keseluruhan dana untuk jaminan persalinan bagi warga miskin pada tahun 2017 tersebut, karena Program ini baru efektif dilaksanakan akhir 2017 tepatnya bulan September. Sehingga Jampersal tahun 2018 ini diharapkan dapat meningkat realisasinya karena sudah dapat dilaksanakan sejak Bulan Januari 2018, meskipun sosialisasinya baru dilaksanakan pada awal Bulan Febiari 2018. Sosialisasi yang diselenggarakan selama tiga hari ini (13-15 Febuari 2018) diikuti oleh seluruh Kasie Pelayanan Desa se-Kabupaten Bantul, perwakilan TPPKK Desa se-Bantul, Petugas Puskesmas, RS dan Klinik yang ada di Bantul. Hari pertama Selasa, 13 Febuari 2018 diperuntukan perwakilan TPPKK Desa se-Bantul. Hari kedua Rabu, 14 Febuari 2018 dihadiri oleh seluruh Kasie Pelayanan Desa se-Kabupaten Bantul dan pada hari ketiga Kamis, 15 Febuari 2018 dihadiri oleh Fasyankes yang ada di Bantul yang telah bekerjasama dengan Jampersal baik Puskesmas, RS maupun Klinik Pertama. dr. Anugrah Wiendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga & Gizi) pada sosialisasi tersebut menyampakan bahwa Juknis Jampersal 2018 terdapat sedikit perubahan dengan Jampersal tahun 2017. Dimana bahwa pada Juknis DAK Non Fisik Tahun 2018 tentang Jampersak disebutkan bahwa pelayanan transportasi rujukan dapat diakses oleh semua Ibu hamil yang memiliki kendala akses tempat rujukan. Selain itu terdapat penambahan bahwa peserta Jampersal ditetapkan oleh Dinkes Kabupaten Bantul melalui surat keterangan penerima manfaat Jampersal. Ibu Sumiyem salah satu peserta Sosialisasi Jampersal mengungkapkan bahwa Program ini sangat membantu warga, khususnya warga miskin di Bantul yang belum memiliki jaminan. “Tentunya ini akan menjadi kabar gembira bagi masyarakat mengingat berkat jampersal harus bingung tentang persalinan maupun transportasi,” kata Sumiyem. Dinkes/YA.