Berita

Dinkes Bantul Lakukan Rakor Penguatan Data PIS-PK di Bantul

Rabu Kliwon, 25 April 2018 09:38 WIB 592

foto
Salah satu peserta Rakor Penguatan data PIS-PK sedang mengajarkan temannya memasukan data offline. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tradisional sebagai seksi yang menjadi leading sector dan pengawasan PIS-PK menyelenggarakan Monitoring dan Evalusi PIS-PK di Kabupaten Bantul, Senin (23/4). Dalam menjalankan kebijakan PIS-PK, puskesmas sebagai ujung tombak melakukan kegiatan-kegiatan yang terstruktur meliputi persiapan; kunjungan rumah untuk pendataan kesehatan keluarga, analisa data, intervensi, dan analisa hasil intervensi. Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan terintegrasi dengan manajemen puskesmas yang meliputi P1 (Perencanaan), P2 (Penggerakan-Pelaksanaan), dan P3 (Pengawasan-Pengendalian-Penilaian).

“Dari hasil kunjungan rumah dan analisa data, kita akan memperoleh gambaran kesehatan di keluarga, dan seterusnya di desa, kecamatan, hingga kabupaten/kota,” ujar Dyah Pangesti Utami, SKM.M.SE Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tradisional (Yankestrad).

Dalam kegiatan Monev yang dihadiri oleh 27 Admin PIS-PK ini membahs mengenai kendala dalam pelaksanaan PIS-PK khususnya berkaitan dengan pendataan dan penilaian hasil kunjungan keluarga.

“Kabupaten Bantul Per 23 April ini telah melakukan kunjungan sebanyak 31.560 KK,” ungkap Dyah. Karena data online yang dimasukkan dalam aplikasi Kemenkes ini baru mengelola data Indeks Keluarga Sehat (IKS) dari lokus PIS-PK 2017, maka solusinya Kabupaten Bantul juga membuat pengelolaan offline IKS yang mana pelaporannya dilakukan setiap sebulan sekali. Dalam sebuah lembar progress report yang telah disusun dimana seluruh Puskesmas baik lokus 2017 maupun Lokus 2018 wajib melaporkan progress perkembangan PIS-PK.

“Kami terus mengawal bagaimana program PIS-PK ini berjalan dengan baik, karena hal ini sangat membantu kami di UKM mapun UKP dalam menentukan program yang tepat dari hasil IKS yang ada serta mendapatkan target yang lebih jelas,” ungkap Dyah.Dinkes/YA