Berita

Dinkes Bantul Terus Berupaya Tingkatkan Layanan Psikologi di Puskesmas

Rabu Kliwon, 25 April 2018 12:33 WIB 150

foto
Dr. Dian Setyawati, P.hD Psikolog dari Fakultas Psikologi UGM saat memaparkan Materi berkaitan dengan Integrasi Psikolog di Puskesmas pada Selasa, 24 April 2018 di Aula Medika Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Menilik kesehatan di Indonesia saat ini masih berkutat membahas permasalahan kesehatan fisik saja. Padahal, sisi psikologi dirasa menjadi salah satu faktor penentu kesehatan seseorang. Maka dari itu Pada Tahun 2017 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul melakukan inovasi berupa pembukaan layanan psikolog di Puskesmas. Terdapat 8 Puskesmas yang membuka layanan psikolog. Puskesmas tersebut adalah Puskesmas Sanden, Puskesmas Jetis II, Puskesmas Srandakan, Puskesmas Kretek, Puskesmas Dlingo I, Puskesmas

“Memang kami baru bisa memberikan layanan psikologi di 8 Puskesmas, namun kami terus berupaya agar ada penambahan tenaga Psikolog di Kabupaten Bantul, “ ungkap Dyah Pangseti Utami, SKM. M.SE Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tradisional (Yannkestrad) Dinkes Kab.Bantul, Selasa (24/4).

Layanan Psikologi di Puskesmas ini dibangun dengan berkolaborasi dengan semua program yang ada di Puskesmas baik Program Kesehatan Jiwa, Program Kesehatan Remaja, Program ANC Terpadu, Program Posyandu, tak hanya itu  Psikolog juga berkolaborasi dengan pelayanan kesehatan perorangan seperti penanaganan penyakit kronis.

“Selama ini penanganan pasien yang datang tidak hanya mengeluhkan soal masalah fisik, namun juga psikologis sehingga pelayanan psikologis dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi pasien,” ungkap Dyah.

Sebagai penguatan peran Psikolog di Puskesmas Seksi Yankestrad menyelenggarakan Monitoring da Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Psikolog di Puskesmas, Selasa (24/4). Tak hanya diikuti oleh para Psikolog di Puskesmas kegiatan ini juga mengundang programmer Kesehatan Jiwa (keswa) di Puskesmas se-Kabupaten Bantul.

Dinkes mengundang Dr. Dian Setyawati, P.hD Psikolog dari Fakultas Psikologi UGM dan merupakan peneliti dari Centre for Publlic Mental Health (CPMH). Dalam pemaparannya Dian mengungkapkan bahwa, tidak ada orang yang mengaku bahwa dirinya stress. Oleh karena itu, Pemerintah harus memikirkan cara bagaimana masyarakat yang memiliki penyakit jiwa ringan yang jumlahnya bisa jadi lebih banyak ketinbang yang memiliki penyakit jiwa berat ini bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

Maka dari itu perlu juga ditingkatkan keterampilan tenaga medis tentang kesehatan jiwa dan mengoptimalkan pusat kesehatan, seperti puskesmas, untuk mendeteksi langsung pasien yang terindikasi kena gangguan jiwa. Keberadaan Psikologi di Puskesmas juga mendukung Program Bebas Pasung di Yogyakarta.

“Sehingga memang di Puskesmas sebaiknya memiliki Layanan Psikologi, karena sebagai pemberi layanan kesehatan paling dekat dengan masyarakat,” ungkap Dian.

Psikolog di Puskesmas bekerja dalam empat ranah yaitu promosi, prevensi, pemulihan dan rehabilitasi. Menurut Dian para psikolog di Puskesmas juga harus mampu bekerja kolaborative dengan sektor lain seperti sekolah, keluarga dan masyarakat, karena lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kejiwaan seseorang.

Dinkes/YA