Berita

PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM PENINGKATAN CAPAIAN AIR SUSU IBU(ASI) EKSKLUSIF DI PEDUKUHAN SUMBERAN NGESTIHARJO, KASIHAN, BANTUL

Kamis Legi, 26 April 2018 07:22 WIB 480

foto

Sebagai petugas gizi, saya mempunyai ide pengembangan program inovasi dengan tema pemberdayaan remaja dalam peningkatan capaian ASI Eksklusif di masyarakat desa Ngestiharjo, khususnya dusun Sumberan karena remaja merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program perbaikan gizi masyarakat, termasuk rendahnya capaian program ASI Eksklusif.

Pemberdayaan remaja dalam peningkatan capaian ASI Eksklusif

  1. Pembentukan tim remaja peduli ASI di Pedukuhan Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul pada bulan Januari 2017 dengan nama PEPES KATUK (Pemuda Pemudi Sumberan Kenalkan ASI Terbaik Untuk Keluarga).
  2. Pelatihan pemberdayaan remaja dalam pencapaian ASI Eksklusif dilaksanakan pada bulan Januari 2017, jumlah peserta 25 orang. Dalam pelatihan ini memberikan hasil yang positif, semua remaja menyatakan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat bagi mereka. Hasil evaluasi pre test 17 anak menjawab dengan benar dan hasil post test 25 anak menjawab dengan benar. Pengetahuan remaja sesudah pelatihan meningkat berdasarkan evaluasi yang dilakukan Puskesmas.
  3. Identifikasi Sasaran Ibu Menyusui Bayi 0-6 bulan, Pelaksanaan kegiatan identifikasi ibu menyusui dilakukan oleh remaja saat pelaksanaan KP Ibu.Tingkat kehadiran anggota KP Ibu meningkat karena KP Ibu dilaksanakan pada hari libur, yaitu minggu pertama setiap bulannya sehingga ibu yang bekerja bisa hadir di pertemuan KP Ibu.
  4. Pertemuan dengan Kepala Keluarga, Remaja mengadakan pertemuan dengan kepala keluarga/suami ibu hamil dan ibu menyusui. Dalam pertemuan ini membahas pentingnya dukungan suami dan keluarga dalam pemberian ASI Eksklusif. Proses menyusui bukanlah hanya tanggung jawab ibu saja, namun peran bapak dan lingkungan sangat penting dalam memberikan dukungan kepada ibu yang menyusui. Dukungan dari suami sangat membantu ibu dalam mencapai keberhasilan ibu untuk menyusui bayi. Remaja juga memberikan leaflet dari kotak pusat informasi suami siaga (PUSIGA) yang berada di posyandu Menur Sumberan kepada kepala keluarga/suami agar kepala keluarga meningkat pengetahuannya, memberikan dukungan IMD dan pemberian ASI Eksklusif serta memahami perannya.
  5. Pemantauan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), Penyuluhan dan pendampingan yang dilakukan oleh remaja di dapatkan hasil yang signifikan dengan kenaikan cakupan IMD pada bayi baru lahir, dimana suami dan keluarga dari ibu selalu memberikan motivasi agar ibu memberikan ASI sejak lahir.
  6. Pemantauan ASI Eksklusif, Pemantauan ASI Eksklusif E0, E1, E2, E3, E4, E5 dilaksanakan oleh remaja di KP Ibu dan kunjungan rumah. Pemberian ASI Eksklusif tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2015 dan 2016.
  7. Kunjungan rumah, Pada saat melakukan kunjungan, remaja melakukan wawancara dan memberikan pesan tentang manfaat ASI. Dari hasil wawancara ini, remaja mendapatkan informasi tentang perilaku ibu menyusui bayi 0-6 bulan dalam keluarga serta menyimpulkan masalah-masalah yang ditemukan pada sasaran. Dalam kunjungan pertama remaja memberikan pohon katuk kepada ibu menyusui, pohon katuk agar dibudidayakan oleh ibu menyusui sehingga dapat dimanfaatkan untuk gizi keluarga. Apabila remaja pendamping menemui kesulitan dalam menyelesaikan masalah maka akan disampaikan kepada kader posyandu, motivator ASI atau petugas gizi Puskesmas Kasihan II. Jika mendesak maka remaja dapat menghubungi lewat telepon, sms, atau whatsapp untuk dilakukan pertemuan segera. Dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh remaja, petugas gizi bekerja sama dengan program lain yang berkompeten pada bidang tersebut.
  8. Penyerahan sertifikat lulus ASI Eksklusif, Sertifikat lulus ASI Eksklusif diberikan kepada bayi yang telah mendapat ASI Eksklusif 6 bulan. Sertifikat ini sebagai bentuk apresiasi kepada ibu bayi yang telah memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan dan penyemangat bagi ibu yang lain agar memberikan ASI Eksklusif.
  9. Whatsapp group, Dalam grup ini remaja memberikan pesan-pesan motivasi tentang ASI Eksklusif kepada ibu hamil, ibu menyusui dan kepala keluarga.Grup ini membuka wawasan ibu dan suami tentang 1000 hari pertama kehidupan, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Eksklusif. Dalam grup ini pesan yang disampaikan antara lain manfaat IMD, kolostrum, pentingnya ASI Eksklusif, peran dan dukungan suami, 1000 HPK, dan masalah gizi balita.
  10. Penyuluhan ASI Eksklusif, Dilaksanakan oleh remaja di KP Ibu dengan sasaran ibu hamil dan ibu menyusui 0-6 bulan dan suami. Tujuan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil, ibu menyusui dan suami tentang pentingnya ASI Eksklusif. Selain di KP Ibu remaja juga memberikan penyuluhan di posyandu lansia, pertemuan kelompok arisan atau pengajian.
  11. Mengumpulkan Dana, Remaja mengelola dana sosial dari masyarakat dan dana tabulin (tabungan ibu bersalin) yang dikumpulkan ibu hamil pada pertemuan KP Ibu. Ibu hamil memasukkan uang ke dalam kaleng yang telah diberi nama masing-masing ibu hamil, tabulin tersebut dibuka pada waktu ibu melahirkan.
  12. Demo TOGA (Tanaman Obat Keluarga), Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi DIY No 440/02874/IV.2 tanggal 12 Maret 2012 Tentang Penetapan Puskesmas Kasihan II sebagai lokasi pengembangan model pelayanan kesehatan tradisional alternatif dan komplementer (Yankestradkom) di Kabupaten Bantul. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melibatkan kader tanaman obat keluarga (TOGA). Demo toga dilakukan oleh kader toga posyandu di KP Ibu, dalam demo ini kader memberikan contoh tanaman obat keluarga yang dapat dimanfaatkan untuk keluarga.

 

Kesimpulan dari hasil kegiatan inovasi ini yaitu :

  1. Telah terbentuk remaja peduli ASI Eksklusif di Pedukuhan Sumberan, Ngestiharjo Kasihan Bantul yang diberi nama PEPES KATUK sebagai bentuk pemberdayaan remaja dalam bidang kesehatan.
  2. Pengetahuan remaja tentang ASI Eksklusif meningkat
  3. Meningkatnya peran remaja untuk mendukung ibu menyusui ASI Eksklusif selama 6 bulan.
  4. Meningkatnya peran remaja dalam menyampaikan informasi tentang ASI Eksklusif. Informasi tentang ASI Eksklusif lebih mudah didapat oleh ibu hamil, ibu menyusui dan kepala keluarga.
  5. Meningkatnya peran remaja dalam menyusun pesan motivasi ASI Eksklusif.
  6. Terbentuknya jaringan informasi tentang ASI Eksklusif di whatsapp group. Dengan whatsapp group KP Ibu para ibu hamil, ibu menyusui dan kepala keluarga dapat memperoleh pesan-pesan informasi tentang ASI Eksklusif, berdiskusi dengan sesama ibu hamil, ibu menyusui, kepala keluarga dan motivator ASI.
  7. Meningkatnya capaian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bayi baru lahir di Pedukuhan Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan dari tahun 2015 capaian 78,57% dan di tahun 2017 meningkat menjadi 94,11%.
  8. Meningkatnya capaian ASI Eksklusif dan kunjungan KP Ibu di Pedukuhan Sumberan, Ngestiharjo, Kasihan dari tahun 2016 capaian 63,96% dan di tahun 2017 meningkat menjadi 87,37%.
  1. Saran
  1. Bagi Puskesmas

Kegiatan pemberdayaan remaja dalam pencapaian ASI Eksklusif dengan konsep pemberdayaan masyarakat dapat diterapkan sebagai model upaya penanggulangan masalah gizi dan dikembangkan di wilayah lainnya.

  1. Bagi Sektor Terkait

Bagi sektor terkait yaitu TP-PKK Kecamatan, PLKB dan karang taruna dimohon untuk meningkatkan partisipasinya dalam pembinaan peningkatan capaian ASI Eksklusif melalui pemberdayaan masyarakat

 

sumber : Puskesmas Kasihan II, Diah Perwitasari