Berita

Dinkes Bantul Bentuk “PSC 119 Bantul” Guna Menangani Kegawatdarurtan Medis di Wilayah Bantul

Rabu Pahing, 2 Mei 2018 08:25 WIB 90

foto
Proses pembahasan Perbup PSC 110 Bantul di Ruang Rapat Affiat Dinkes Kabupaten Bantul pada Rabu 25 April 2018

Bantul, Dinkes- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul akan membentuk Public Safety Center (PSC) 119 Bantul. Hal ini diungkapkan dalam Rapat Pembahasan Peraturan Bupati (Perbup) Tentang Public Safety Center 119 Bantul, Rabu (25/4). Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Affiat Dinkes ini dihadiri oleh Perwakilan Bagian Hukum Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, Bagian Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Seluruh Kepala Seksi di Dinas Kesehatan dan Staf Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Bencana.

“Layanan 119 merupakan kolaborasi nasional antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam penanganan kegawatdaruratan medis,” ungkap dr Agus Triwidiantara, MMR Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kabupaten.

Sesuai amanah Inpres Nomor 4 Tahun 2013, dimana seluruh kabupaten dan kota di Indonesia harus membentuk PSC. PSC 119 Bantul ini merupakan perkembangan dari sistem Bantul Emergency Service Support (BESS) dalam menangani kegawatdaruratan medis PSC 119 akan berjejaring dengan fasilitas pelayanan kesehatan agar respon time penanganan korban dapat dipersingkat.

Menurut drg. Tri Wahyuni, MPH Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Bencana perbedaan PSC 119 Bantul dengan BESS ini selain dari konsep jejaringnya yang lebih luas masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dapat langsung menghubungi "call center" (119), dimana akan ada operator call center yang siaga 24 jam. drg Yuyun juga mengungkapkan, Dinas Kesehatan Bantul bekerja sama dengan seluruh Jejeraring Kesehatan di Kabupaten Bantul dari Puskesmas hingga 16 RS yang ada di Bantul. Sehingga pelayanan kegawat daruratan medis di Bantul akan lebih baik dan yang terpenting teritegrasi dengan baik.

"Apabila ada panggilan operator akan langsung menghubungi Fasilitas Kesehatan terdekat untuk untuk pelayanan Ambulance dan juga sector lain yang terkait dengan  kejadian seperti kepolisian, BPDD atau PMI," katanya. Jadi dengan adanya call center 119 nomor bebas pulsa yang terhubug langsung dengan National Command Center (NCC) yang berada di Kantor Kementerian Kesehatan dapat direspon secepat mungkin.

drg Yuyun saat diwawancari di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa PSC 119 ini sudah digodok sejak tahun 2017, terutama masalah pengadaan sarpras pendukung dan anggaran . Sedangkan untuk Perbup ini akan selesai di akhir Mei. Sehingga PSC 119 ditargetkan mulai beroperasi pada oktober 2018.

“Nantinya layanan PSC 119 dapat digunakan oleh masyarakat yang mejadi korban di wilayah Bantul tanpa mengenal KTP, asal kejadiannya di Bantul,” pungkas drg Yuyun. Dinkes/YA