Berita

Puskesmas Piyungan Undang Ratusan Ibu Hamil Ikuti Seminar “Ibu Cerdas Bayi Sehat”

Kamis Pon, 3 Mei 2018 07:56 WIB 447

foto
dr Erick saat menjadi narasumber dalam Seminar Ibu Cerdas bayi Sehat

Bantul, Dinkes-Dengan Ratusan Ibu Hamil berduyung-duyung datang ke Aula Desa untuk mengikuti materi Seminar Ibu Hamil yang bertema “Ibu Cerdas Bayi Sehat”. Pukul 07.30 Aula sudah dipadati oleh Ratusan Ibu hamil yang datang didampingi oleh Kader Kesehatan, mereka pun disambut senyuman hangat dari para Petugas Puskesmas Piyungan yang dibantu oleh Beberapa Kader Kesehatan.

dr Erni Kepala Puskesmas Piyungan dalam sambutanya mengungkapkan apresiasinya kepada para Ibu hamil yang datang di kegiatan itu.

“Terimakasih atas semangat Ibu-ibu semua untuk datang ke kegiatan ini, kami harap setelah kegiatan ini Ibu-ibu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari para pakar yang diundang” ungkap dr Erni. Ia juga mengungkapkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan cakupan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Kawasan Piyungan.

Hal inipun diapresiasi baik oleh Camat Piyungan yang turut hadir dalam kegiatan ini. Beliau mengungkapkan apresiasinya kepada Puskesmas Piyungan dan Kader Kesehatan yang ada di Piyungan yang terus gotong royong menyehatkan masyarakat Piyungan menekan Angka Kematian Ibu (AKI) maupun Angka Kematian Bayi (AKB).

“Kader sebagai orang terdekat dengan masyarakat diharapkan dapat membantu Puskesmas dalam emnjaga ibu hamil, bayi dan balita yang ada di Piyungan, tentunya dibantu oleh perangkat Desa maupun Dusun setempat,” tambahnya

dr. Erni turut menambahkan agar setiap Ibu Hamil untuk rajin melakukan pemeriksaan gratis di Puskemas yang disebut dengan ANC (Antenatal Care). ANC merupakan suatu program terencana yang terdiri dari observasi, edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil.

“Kegiatan ini merupakan intervensi agar terciptanya luaran kesehatan maternal dan janin yang optimal di masa kehamilan,” tambahnya.

Kepada para ibu hamil, dr Erni berpesan untuk melakukan perencanaan persalinan dengan baik pada saat kehamilan dengan mengunjungi Puskesmas minimal sebanyak 4 kali, bersalin di fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas, mengikuti program KB pasca salin, melibatkan keluarga dan masyarakat di sekitar.

dr. Erick Tuane, Sp.OG Spesialis Kandungan dari RS Umum Daerah Panembahan Senopati yang menjadi Narasumber dalam juga mengungkapkan keberadaan KB Pasca salin menjadi komponen penting dalam layanan antenatal terpadu.

“jarak kehamilan yang terlalu dekat merupakan salah satu resiko kematian ibu di Indonesia,” kata dr Erick. Sehingga jarak antar kehamulan penting untuk diatur. Dengan jarak antara kehamilan yang ideal, ibu mempunyai waktu yang cukup untuk memulihkan kesehatanya setelah kehamilan dan melahirkan. Dengan ibu tidak terburu-buru hamil, lagi bayi juga memiliki kesempatan yang cukup untuk mendapatkan ASI Eklusif pada 6 bulan pertama, menyusui hingga 2 tahun, sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.


"Dulu biasanya ibu mulai ber-KB menunggu masa nifas selesai 6 minggu setelah melahirkan. Namun saat ini dengan kemajuan ilmu dan teknologi, pilihan metode KB pasca persalinan sangat bervariasi dan dapat digunakan segera setelah melahirkan," lanjut dia.

"AKDR/IUD misalnya, sudah dapat dipasang dalam waktu 10 menit setelah plasenta/ari-ari lahir hingga 48 jam setelah melahirkan. Pilihan-pilihan metode kontrasepsi lain juga dapat digunakan sebelum masa nifas berakhir, termasuk pilihan-pilihan metode yang tidak mengganggu produksi ASI. Makin cepat seorang ibu ber-KB setelah melahirkan, semakin baik," jelas dr. Erick.

Dalam seminar ini Ibu-ibu Hamil juga mendapatkan materi berkaitan dengan persiapan secara psikologi. Persiapan psikologi juga menjadi bagian penting bagi Ibu hamil, karena perkembangan psikologi Ibu akan berpengaruh kepada janin, baik perkembangan fisik janin maupun perkembangan otak janin.

“Ibu Hamil harus cerdas mengendalikan psikologisnya dimana lakukanlah hal-hal yang membuatnya nyaman bertemu dengan dengan orang-orang yang positif melakukan kegiatan positif, olahraga teratur makan-makanan yang baik da bergizi dan terus berpikiran positif bias menjadi langkah menjaga kesehatan rohani,” ungkap Spy Psikolog dari RS Panembahan Senopati.

Spy menjelaskan lebih lanjut Pada masa kehamilan tiga bulan pertama. Kondisi fisik ibu yang sedang mengalami penyesuaian pertumbuhan janin dalam kandungan. Saat ini hormon yang mempertahankan  kehamilan berada dalam kadar yang cukup tinggi. Keluhan fisik seperti mual, muntah, pusing dan mudah lelah. Indera penciuman terasa sangat peka. Oleh karena itu tak jarang kita melihat ibu hamil muda yang tampak begitu tegang dan mudah sekali emosi.

Memasuki tiga bulan kedua, Ibu hamil merasakan perubahan bentuk tubuh, terutama wajah, perut dan dada. Bagi sebagian ibu tampaknya perubahan ini membahagiakan.Ibu hamil terlihat  begitu cantik. Namun adapula yang menjadi cemas, terlebih bila berat badan semakin meningkat pesat. Pada masa kehamilan tiga bulan kedua ini sebenarnya adalah sat yang sangat baik untuk mulai menikmati masa - masa pertumbuhan dan perkembangan kehamilan. Selera makan ibu sudah cukup baik, keluhan mual, muntah dan pusing mulai reda.

Pada masa tiga bulan terakhir kehamilan. Ibu hamil seringkali ibu mengeluh mudah lelah, keluhan kurang tidur, rasa cemas akan menghadapi proses persalinan, ketakutan, mudah mimpi buruk dan gelisah. Walaupun pada sebagian ibu lain masa ini merupakan masa yang paling dinantikan, dimana ibu hamil boleh berlega hati bahwa terhindar dari resiko keguguran dan mulai menyongsong   hari  perkiraan persalinan.

“Ibu Hamil dapat melakukan pengelolaan pernapasan untuk mengatur emosinya atau melakukan yoga ringan,” ujarnya. Dinkes/YA