Berita

Sukseskan PIS-PK Dinkes Bantul Undang Seluruh OPD Terkait

Senin Pahing, 7 Mei 2018 08:20 WIB 419

foto
Wakil Bupati Bantul Drs. H Abdul Halim Muslih saat menyampaikan sambutannya di Hall Husada Dinkes pada Senin, 30 April 2018. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Wakil Bupati Bantul Drs. H Abdul Halim Muslih menyambut baik dengan dilaksanakanya Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK). Hal ini diungkapkan pada acara Soliasisasi PIS-PK di Hall Husada Dinkes, Senin (30/4).

“Program ini sangat mendukung orientasi kerja Kabupaten Bantul, kerja-kerjanya langsung menyasar kemasyarakat by name by address sehingga mendapatkan sasaran dan intervensi yang dilakukan jelas,” ungkap Wakil Bupati Bantul saat memberikan sambutan.

Ia juga mengungkapkan untuk mewujudkan kesehatan masyarakat yang optimal mutlak diperlukan adanya dukungan masyarakat dann kerja Bersama lintas sektor agar program ini berjalan dengan baik di Kabupaten Bantul.

“Terpilihnya Kabupaten Bantul sebagai Kabupaten Sehat sejejar dengan Kota Bandung yaitu Stasti Saba dan Wistara, ini menjadi sebuah semangat atas kerja keras kita Bersama memwujudkan Bantul Sehat, Cerdas dan Sejahtera,” ungkap Drs Halim.

drg. Maya Sintowati Pandji, MM Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mengungkapkan bahwa sudah ada 30.000 KK di Kabupaten Bantul yang telah terdata, dan dilakukan intervensi.

“Teman-teman Puskesmas baru mendata sekitar 30.000 KK, dan masih banyak lagi yang belum terdata dan kami menargetkan tahun 2019 sudah dilakukan total coverage kunjungan PIS-PK,” ungkap drg. Maya.  

Dalam kegiatan ini diundang empat Puskesmas yang mewakili Kabupaten Bantul, dimana empat Puskesmas tersebut merupakan Puskesmas dengan jumlah kunjungan PIS-PK tertinggi di Kabupaten Bantul, mereka adalah Kepala Puskesmas Bambanglipuro, Kepala Puskesmas Kasihan I, Kepala Puskesmas Sewon I dan Kepala Puskesmas Pleret.

Dipandung oleh Dyah Pangesti Utami, SKM. MSE Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar, keempat Kepala Puskesmas tersebut menceritakan bagaimana proses pelaksanaan PIS-PK dari persiapan, hasil hingga hambatan.

“Diskusi tersebut diharapkan memberikan gambaran kepada para tamu undangan berkaitan dengan pelaksnaaan PIS-PK di lapangan, sehingga apabila ada kendala yang membutuhkan bantuan sektor lain dapat membantu,” ungkap Dyah.

Hal ini juga diungkapkan oleh dr. Jaka Hadilaksana Kepala Puskesmas Sewon I, ia mengungkapkan bahwa data yang didapatkan dari Desa atau Dusun ada beberapa yang miss. Sehingga diperlukan data yang akurat agar diperoleh peta atau rute yang tepat saat menjalankan tugas. Selain itu Puskesmas juga agak kesulitan dalam mendata keluarga yang anggota keluarganya semuanya bekerja.

“Kami mengharapkan Bapak/Ibu juga mensosialisasikan program ini di wilayah kerja Bapak/Ibu sekalian, sehingga jika ada Petugas Puskesmas dengan identitas yang jelas datang tidak kaget,” ungkap dr Fauzan Kepala Puskesmas Pleret.

Sebagai closing statement Dyah mengungkapkan bahwa PIS-PK ini dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Dimana kegiatan ini merupakan integrasi upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) secara berkesinambungan, dengan target/fokus keluarga, berdasarkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga. PIS-PK juga menjadi salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.