Berita

Dalam Rangka Pembangunan Kesehatan di Bantul Dinkes Gelar Workshop Kemitraan dengan Institusi Pendidikan

Selasa Pahing, 4 September 2018 14:29 WIB 252

foto
Dyah Pangesti Utami, SKM,M.SE Kepala Seksi Yankestrad saat menyampaikan Gambaran permasalahan kesehatan di 27 Puskesmas pada Workshop Penggalangan Kemitraan di Hall Husada, Senin 3 September 2018. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Seksi Kemitraan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul guna memperkuat dengan instansi pendidikan/perguruan tinggi di Yogyakarta menyelenggarakan “Wrokshop Kemitraan Dinkes-Institusi Pendidikan”.  Workshop yang diselenggarakan di Hall Husada Dinkes Kab. Bantul ini diikuti oleh  37 Institusi Pendidikan dan 27 Puskesmas se Kabupaten Bantul.

“Di DIY, Kabupaten Bantul memiliki permasalahan  yang menarik dan berbeda-beda, dan ini bisa menjadi wahana laboratorium bagi institusi pendidikan sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi,” ungkap drg. Sapta Adisuka Mulyatno, Ph.D, Kepala Seksi Kemitraan Dinkes saat menjadi moderator dalam Workshop tersebut.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tradisional (Yankestrad) dan Kepala Subag Program menyampaikan apresiasinya terhadap kedatangan institusi pendidikan yang hadir dalam workshop tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi kedatangan perwakilan Institusi Pendidikan di Yogyakarta diharapkan kolaborasi yang berlangsung antara institusi pendidikan dengan Dinkes wabil khusus Puskesmas menjadi kolaborasi yang membangun Kesehatan di Bantul,” tutur Sampir Widayati, SKM. M.DEF Kasubag Program Dinkes.

Dyah Pangesti Utami, SKM,M.SE Kepala Seksi Yankestrad mengungkapkan kedepannya program kemitraan Dinkes, Puskesmas dan Institusi Pendidikan dapat merata di 27 Puskesmas. Sehingg proses pembangunan Kesehatan di Kabupaten Bantul dapat dilakukan merata, sesuai dengan karakteristik derahnya.

Ia mengungkapkan Puskesmas di Kabupaten Bantul sedang membangun data yang kuat terlebih lagi dengan adanya PIS-PK dimana sudah 71.000 lebih Keluarga yang telah di kunjungi dan didata sehingga seluruh Puskesmas memiliki peta permsalahan kesehatan dengan base data yang kuat.

“Jadi keterlibatan Puskesmas bisa menjadi jembatan bagi institusi pendidikan  agar proses pembangunan kesehatan di Kabupaten Bantul lebih optimal”, ungkap Dyah.

Hal tersebut disambut baik oleh seluruh Institusi Pendidikan yang hadi dan berharap agar kerjasama lebih terarah dan sejalan maka perlu dibuat roadmap pembangunan kesehatan antara Dinkes, Puskesmas dan Institusi Pendidikan. 

“Pembuatan roadmap ini tentunya berdasarkan Evidence-based yang ada di Kabupaten Bantul,” ungkap drg Trianna Wahyu Utami, M.DSc, Ph.D Wakil Dekan bagian kerjasama, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Fakultas Kedokteran Gigi, UGM.  

drg Sapta dalam closing statement nya mengungkapkan bahwa diharapkan kemitraan yang dibangun ini menggunakan system win-win solution bagi seluruh pihak dalam rangka pembangunan kesehatan di Bantul. (Dinkes/YA)