Berita

Seluruh Jamaah Haji Kabupaten Bantul Telah Dijemput Oleh Tim Istithaah Kesehatan Haji Kabupaten Bantul

Kamis Wage, 6 September 2018 10:03 WIB 99

foto
Tim Istithaah Kesehatan Haji Kabupaten Bantul saat menjemput jamaah haji Kabupaten Bantul pada 4 September 2018. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Sebanyak 910 jemaah haji dari Kabupaten Bantul yang telah melakukan Haji di tanah Suci kembali ke Tanah Air. 910 jamaah haji tersebut terdiri dari 526 jamaah haji putri dan 394 jamaah haji putra telah berpulang ketanah air.

Bupati Bantul Drs. Suharsono sebelumnya 2 September menyambut kedatangan 351 Jamaah Haji dan 3 petugas daerah asal Bantul kloter pertama yang tergabung dalam kloter 22 SOC.

"Dengan haji mabrur kami berharap dapat menjaga kemabruran saudara semua dan bisa diterapkan dalam kehidupan pribadi, dalam keluarga maupun dalam kehidupan di masyarakat di sekitarnya," kata Drs. Suharsono.

dr Abednego Dani Nugroho Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kab Bantul yang juga merupakan Ketua Tim Istithaah Kesehatan Haji Kabupaten Bantul mengungkapkan seluruh jamaah haji dari Bantul yang terbagi menjadi tiga kloter yaitu kloter 22, 24 dan 27 emberkasi Solo ini didampingi oleh petugas haji sebanyak 32 orang yang terdiri dari 15 petugas pusat dan 17 orang petugas dari Kabupaten Bantul.

“Kloter 22 telah di jemput tanggal 2 September, kloter 24 tanggal 3 September dan kloter 27 tanggal 4 September 2018” tuturnya. Ia menambahkan bahwa masih ada 1 jamaah haji yang akan dijemput di kloter 83 pada 22 September mendatang.

Dalam proses penjemputan Tim Istithaah Kesehatan Haji Kabupaten Bantul menurunkan 9 ambulance dimana masing-masing Ambulance terdiri dari 1 dokter umum, 1 paramedis dan 1 driver.

Ia mengungkapkan bahwa jamaah yang dijemput di embarkasi solo tidak ada kasus kegawatdaruratan hanya 9 jamaah haji yang diantarkan menggunakan ambulance karena post stroke, lansia, Diabetes mellitus, Low Back Pain (LBP), dan Gagal jantung kongestif (CHF). Selain itu masih ada satu jamaah haji yang tergabung dalam kloter 22 yang masih Tanazul Akhir di RSAS King Faizal dengan Ketoasidosis Metabolik, pneumonia.

“Dalam masa selanjutnya tentu kami tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai pencegahan potensi kejadian luar biasa Ebola dan Mers-Cov. Dengan masa kewaspadaan diaktifkan dari 2 September hingga 23 September 2018,” tambahnya.  (Dinkes/YA)