Berita

Seksi KLKKO Gelar Pelatihan Hygiene Dan Sanitasi bagi Petugas Penjamah Makanan

Kamis Pon, 25 Oktober 2018 09:27 WIB 38

foto
Bambang Agus Subekti, SKM., MPH., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes saat membuka kegiatan Pelatihan Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman Tahun 2018 di Hall Husada pada Rabu, 24 Oktober 2018. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Jasaboga  yaitu perusahaan atau perorangan yang melakukan kegiatan pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha atas dasar pesanan.  Sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 715/MENKES/SK/V/2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga  setiap jasaboga harus memiliki izin usaha dari Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Namun demikian sebelum memperoleh Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi pengusaha harus memenuhi beberapa syarat salah satunya Pengusaha Jasa Boga dan Penjamah makanan harus sudah mengikuti Pelitihan Hygiene Sanitasi Jasaboga.

Maka dari itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul dalam hal ini Seksi Kesehatan Lingkungan Kerja dan Kesehatan Olahraga (KLKKO) menyelenggarakan “Pelatihan Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman tahun 2018”. Peserta dihadiri oleh penanggung jawab dan penjamah makanan catering/jasa boga, restoran/rumah makan, instasi gizi rumah sakit serta pedagang kaki lima.

Bambang Agus Subekti, SKM., MPH., Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes mengungkapkan bahwa Sarana TPM (Tempat Pengelolaan Makanan) yang menyediakan makanan dan minuman secara masal bagi masyarakat perlu dilakukan pengawasan terhadap Higine Sanitasi Makanan. Untuk memenuhi persyaratan Higine Sanitasi Makanan, diperlukan adanya pelatihan. 

Menurutnya, di antara hambatan yang dialami pelaku jasa boga dan usaha skala kecil dan menengah itu Pertama adalah kurangnya informasi mengenai tata cara memperoleh sertifikat pelatihan/kursus hygiene sanitasi bagi pemilik usaha.

Kedua, lanjutnya, kurangnya informasi tentang tata cara pelaksaan pemeriksanaan hygiene sanitasi, untuk menilai kelaikan persyaratan teknis fisik yaitu bangunan, peralatan dan ketenagaan serta persyaratan makanan dari cemaran kimia dan bakteriologis

“Kedua hal tersebut merupakan persyaratan dan prosedur mutlak yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi,” ujarnya.

Bertindak sebagai narasumber Tim dari Dinkes Kab. Bantul memberikan materi dasar hygiene sanitasi makanan sesuai dengan standar perundang-undangan yang berlaku, diantaranya:

1.         Sosialisasi perundang-undangan hygiene Sanitasi Makanan

2.         Bahan pencemar terhadap makanan

3.         Penyakit bawaan makanan

4.         Prinsip hygiene sanitasi makanan

5.         Pencucian dan penyimpanan peralatan pengolahan makanan

6.         Pemeliharaan kebersihan lingkungan

7.         Hygiene perorangan.

Ditemui disela-sela acara pemateri dr. Abednego Dani Nugraha Kepala Seksi Surveillen dan Imunisasi Dinkes Kab. Bantul menyampaikan peran hygiene dan sanitasi penjamah makanan sangat penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi bila pelaksanaan pengolahan dan penyediaan tidak sesuai standar adalah dapat mengurangi nilai gizi atau kualitas makanan yang disajikan sehingga tidak optimal dalam membantu proses kesembuhan pasien. Lebih jauh disampaikan peningkatan kompetensi penjamah makanan juga tidak boleh dilupakan karena peran penjamah makanan sangat menentukan kualitas makanan yang disajikan.

Diharapkan melalui pelatihan ini kualitas makanan dan kompetensi petugas penjamah makanan dapat ditingkatkan sehingga keselamatan pasien dapat terjamin. Dinkes/YA