PROGRAM JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT (JAMKESMAS) KABUPATEN BANTUL TAHUN 2012

BERITA – Senin, 23 Apr 2012 08:58 WIB

Jamkesmas adalah program bantuan sosial untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan tidak mampu.

Tujuan
Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan terhadap seluruh masyarakat miskin dan tidak mampu agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efisien.

Dasar Hukum
Permenkes RI Nomor 1097/MENKES/PER/VI/2011 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar Jamkesmas.
Permenkes RI Nomor 903/MENKES/PER/V/2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Masyarakat.

Kepesertaan
Peserta Jamkesmas terdiri dari:
1)Masyarakat miskin (maskin).
2)Peserta PKH (Program Keluarga Harapan).
3)Masyarakat miskin yang berasal dari penghuni panti sosial, penghuni Lapas dan Rutan, akibat korban bencana paska tanggap darurat.
4)Gelandangan, pengemis , anak dan orang terlantar.
5)Penderita Thalassemia Mayor.

Jumlah peserta Jamkesmas :
1)Peserta yang mempunyai kartu sebanyak 222.987 jiwa.
2)Peserta yang tidak mempunyai kartu: maskin yang berasal dari penghuni Panti Sosial,penghuni Lapas dan Rutan, akibat korban bencana paska tanggap darurat.

Pendataan peserta Jamkesmas :
1)Pendataan maskin dilaksanakan oleh BPS.
2)Pendataan maskin penghuni panti sosial, akibat korban bencana paska tanggap darurat dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten.
3)Pendataan maskin penghuni Lapas dan Rutan dilaksanakan oleh Kantor Lapas dan Rutan.
4)Pendataan peserta PKH dilaksanakan oleh BPS.

Identitas peserta Jamkesmas :
1)Maskin dengan kartu Jamkesmas.
2)Peserta PKH dengan kartu PKH.
3)Maskin penghuni panti sosial dan korban bencana paska tanggap darurat dengan surat keterangan yang direkomendasi oleh Dinas Sosial.
4)Maskin penghuni Lapas dan Rutan dengan surat keterangan yang direkomendasi Kepala Lapas dan Rutan.
5)Gelandangan, pengemis, anak dan orang terlantar dengan surat keterangan yang direkomendasi oleh Dinas Sosial.
6)Penderita Thalassemia dengan kartu dari Yayasan Thalassemia Indonesia atau dari surat keterangan dokter.

Kartu Jamkesmas dicetak dan didistribusikan oleh PT Askes. Tahun 2012 masih menggunakan kartu Jamkesmas yang dibagikan pada tahun 2008. Bila terjadi kehilangan kartu diharap melaporkan ke Polsek setempat kemudian ke PT Askes.
Kartu Jamkesmas berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

Pelayanan Kesehatan
Ketentuan umum
1)Setiap peserta Jamkesmas berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, pelayanan kesehatan tingkat lanjutan, pelayanan gawat darurat dan pelayanan persalinan.
2)Manfaat jaminan yang diberikan kepada peserta dalam bentuk pelayanan kesehatan bukan berupa uang tunai.
3)Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, status kepesertaan harus ditetapkan dari sejak awal.

Prosedur pelayanan
Pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas):
Peserta harus menunjukkan kartu Jamkesmas atau kartu PKH atau surat ket./rekomendasi Dinas Sosial/Lapas/Rutan
Pelayanan kesehatan tingkat lanjutan (RS):
1.Peserta harus menunjukkan kartu Jamkesmas/ PKH/surat ket/rekomendasi dr Dinsos/Lapas/ Rutan, KTP asli dan C1 asli, serta surat rujukan dari Puskesmas sejak awal sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan kecuali kasus emergency tidak perlu rujukan.
2.Pada keadaan gawat darurat, apabila setelah penanganan kegawatdaruratan selesai memerlukan rawat inap dan identitas kepesertaan belum lengkap maka yang bersangkutan diberi waktu 2 x 24 jam hari kerja untuk melengkapi status kepesertaannya.
3.Peserta Jamkesmas tidak boleh ditarik iur biaya.

Manfaat
Pelayanan kesehatan di Puskesmas:
1.Rawat jalan meliputi konsultasi medis, pemeriksaan fisik, laboratorium, tindakan medis, pemeriksaan/pengobatan gigi, pemeriksaan bumil/bayi/ balita, KB, pemberian obat.
2.Rawat inap meliputi konsultasi medis, pemeriksaan fisik, laboratorium, pemberian obat, akomodasi, persalinan.

Pelayanan kesehatan di RS:
1.Rawat jalan meliputi konsultasi medis, pemeriksaan fisik, rehabilitasi medis, penunjang diagnostik, tindakan medis, pemeriksaan/pengobatan gigi, KB, pemeriksaan bumil, pemberian obat, pelayanan darah.
2.Rawat inap (klas III) meliputi konsultasi medis, pemeriksaan fisik, tindakan medis, operasi, rehabilitasi medis, perawatan intensif, pemberian obat, pelayanan darah, persalinan, akomodasi ranap klas III.

Pelayanan yang dibatasi:
1.Kacamata diberikan pada kasus gangguan refraksi minimal +1/-1 dengan nilai maksimal Rp.150.000,-
2.Alat bantu dengar diberi penggantian sesuai resep dokter THT berdasarkan harga yang paling efisien dan ketersediaan alat di daerah.
3.Alat bantu gerak diberikan berdasarkan resep dokter dan disetujui komite medis, harga yang paling efisien dan ketersediaan alat di daerah.

Pelayanan yang tidak dijamin:
1.Pelayanan yang tidak sesuai prosedur dan ketentuan.
2.Bahan, alat dan tindakan yang bertujuan untuk kosmetika.
3.General chek up.
4.Prothesis gigi tiruan.
5.Pengobatan alternatif.
6.Rangkaian pemeriksaan, pengobatan, dan tindakan dalam upaya mendapat keturunan.
7.Pelayanan kesehatan pada masa tanggap darurat bencana alam.
8.Pelayanan kesehatan yang diberikan pada kegiatan bakti sosial.

Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK)
1.Puskesmas (PPK I) se Kabupaten Bantul.
2.RS(PPK II)  meliputi RS P.Senopati, RS PKU Muh. Bantul, RS Patmasuri, RS Permata Husada, RS Nur Hidayah, RS Rajawali, RS Santa Elisabeth dan RS Rachma Husada.

Pendanaan
Dana program Jamkesmas bersumber dari APBN

Penanganan Keluhan
Tim Pengelola Jamkesmas Kabupaten Bantul/ Dinas kesehatan Kab. Bantul
Jl. Lingkar Timur, Manding, Trirenggo, Bantul, Bantul
Telp. (0274)367531 ext. 17