Berita

Cacar air berbahayakah ? seberapa besar dampaknya bagi masyarakat?

Senin Wage, 20 Februari 2012 14:14 WIB 5422

Akhir akhir ini kurang lebih sebulan banyak kasus cacar air ditemui baik di puskesmas maupun di praktek pribadi yang saya jalani ( di wilayah Jogja selatan). Penyakit ini dalam bahasa jawanya sering disebut “cangkrangen” Ada yang ringan ada yang sampai berat ( seluruh tubuh) dan yang agak cukup memprihatinkan sekarang ini sekitar hampir seperempat sampai sepertiganyanya adalah penderita dewasa bukan hanya anak dan remaja saja. Masalahnya karena bukan termasuk penyakit yang dalam kategori perlu pengawasan yang dalam hal ini termasuk potensial wabah, maka agak mengalami kendala dalam pencatatan data epidemiologisnya. Gambaran penyakit cacar air serta manifestasi klinisnya Cacar air merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh virus varisela zoster(anggota familia herpesviridae yang pathogen langsung pada manusia. Penyakit ini terutama menyerang anak anak dengan kejadian yang luas di dunia. Penyakit ini sangat infeksius(menular) dengan data infeksi dalam rumah tangga sekitar 90% ( 90% orang dewasa sudah pernah mengalami cacar air) Cara penularan: Melalui bercak cairan saluran nafas (sekresi pernafasan ,batuk, bersin, bicara dll) setelah dihirup atau cairan vesikel (gelembung cairan) secara kontak langsung. Kekebalan berlangsung seumur hidup. Masa inkubasi: dari masuknya virus sampai timbulnya gejala sekitar 10-21 hari. Virus ini dapat menetap pada ganglion saraf tepi dan dapat mengalami reaktivasi atau aktif kembali dalam bentuk herpes zoster ( “dompo” dalam bahasa jawanya). Artinya pada infeksi ulangannya akan bermanifest kerupa dompo/herpes zooster Gambaran klinis: Gejala awal dapat timbul demam dan rasa badan tidak enak pegal pegal dll yang biasanya hanya terdapat pada dewasa saja. Kemudian disusul bercak atau ruam kemerahan berlanjut timbul gelembung cairan diatasnya selama kurang lebih 3-4 hari. Bercak ini terus susul menyusul mulai dari kepala kemudian ke badan dan akhirnya lengan, tapi jarang ada pada telapak tangan . Pada dewasa cenderung lebih parah daripada anak anak , apalagi bila disertai gangguan kekebalan. Bercak gelembung ini dalam satu minggu berubah mengering jadi keropeng (krusta) Bercak kadang juga muncul di rongga mulut sehingga anak sulit makan dan bisa menyebabkan penyakit ikutan pada anak yang sudah mengalami gangguan gisi. Cacar air stadium vesikel dan stadium yang sama lokasi di perut Sebagian berupa keropeng/krusta Periode yang menular: Adalah 1-2 hari sebelum bercak timbul sampai 5 hari sesudah timbul, atau lebih mudahnya sampai keropeng muncul atau sekitar 1 minggu masa penderita menular. Hal ini penting dalam rangka penanganan terhadap pemutusan rangkaian penularan penyakit ini. Berbahayakah penyakit ini? Cacar air sebenarnya bersifat ringan terutama pada anak anak. Kejadian fatal dapat disebabkan oleh infeksi sekunder(ikutan) ataupun serangan ke otak (ensefalitis). Pada orang dewasa sebagian besar meninggal karena infeksi di paru parunya( pnemonia). Sayang nya karena belum tercatatnya secara baik di indonesia sehingga angka yang pasti di negara kita belum ada data yang valid. Angka di luarnegeri menyebutkan kematian 15% pada penderita gangguan kekebalan( contohnya HIV –AIDS) dan 30% pada infeksi cacar air berat pada neonatus. Infeksi pada Wanita Hamil: Pada wanita hamil, infeksi cacar air dapat beresiko pada janinnya terutama trimester pertama kehamilan kelainanan dapat berupa :berat badan lahir rendah, gangguan pertumbuhan anggota ekstremitas tubuh(lebih pendek), ukuran kepala yang lebuh kecil(mikrosefali), katarak pada bayi dll. Pada trimester kedua dan ketiga biasanya tanpa gangguan yang berarti. Seminggu sebelum dan sesudah persalinan: Infeksi pada ibu pada saat ini dapat menyebabkan bayi terkena cacar air berat yang berpotensi fatal pada neonatus. Penegakan diagnosa: Umumnya pemeriksaan fisik sudah dapat menegakkan diagnosa penyakit cacar air. Apabila terdapat keraguan dapat ditegakkan dengan pemeriksaan serologi,pengecatan virus dan dapat juga lewat pemeriksaan mikroskop elektron. Pengobatan: Pada cacar air yang ringan hanya membutuhkan obat simptomatik( obat yang meredakan gejala saja) dan perawatan yang hygienis untuk mencegah infeksi bakteri ikutan. Antibiotika diperlukan untuk mencegah infeksi sekunder/infeksi ikutan. Obat anti virus (asiklovir) per oral/diminum dapat mempereda gejala apabila diberikan 24 jam sejak timbulnya ruam/bercak merah, tetapi hal ini sering kali sulit karena pasien kebanyakan datang pada saat vesikel sudah merata menyebar seluruh badan sehingga kegunaan obat ini agak berkurang untuk memperingan gejalanya. Khusus pasien dengan gangguan kekebalan dimana mendapat komplikasi pnemonia(radang paru) harus mendapatkan injeksi asiklovir. Pencegahan: Penyakit cacar air ini sangat mudah menular penularan dapat terjadi pada komunitas yang erat berhubungan baik dalam rumah tangga maupun dalam kelompok misalnya disekolah. Apabila banyak anak sekolah tertular akan dapat merugikan sistem pembelajaran karena berapa persen anak yang harus mangkir karena terkena infeksi cacar air ini. Paling tidak seminggu sampai sepuluh hari dia harus mangkir. Akan tetapi pencegahan lebih penting , lebih baik sebagian anak di isolasi apabila terkena daripada menular ke semua kelas atau bahkan satu sekolah. Anak yang menderita penyakit ini sebaiknya tidak sekolah selama paling tidak 5 hari sejak munculnya ruam/bercak. Penanganan isolasi juga wajib dilakukan pada pasien untuk pengamanan staf dan pasien yang beresiko tinggi. Bagi ibu yang hamil dan kebetulan keluarga serumah ada yang terkena penyakit ini harus ada pencegahan dan kalau perlu di isolasi terhadap kemungkinan tertulanya cacar air. Penggunaan imunoglobulin dapat dilakukan pasien dengan imunosupresi serta neonatus(bayi baru lahir) yang ibunya seminggu sebelum melahirkan terkena varisela. Penggunaan vaksin diberikan secara selektif orang yang rentan dan mengalami imunodefiseiensi, diperkirakan dapat melindung sekitar 85%. Imunitas dapat berlangsung dalam jangka panjang. Kesimpulan: 1. Perlunya memutus rantai penularan terutama disekolah sekolah, kewaspadaan guru dan pengetahuan yang memadai diperlukan untuk memutuskan anak yang terkena cacar air untuk tidak masuk sekolah sampai periode penularan selesai 2. Bagi ibu hamil perlu kewaspadaan dan bila perlu mengisolasi keluarga yang sedang menderita dan kebetulan serumah dengan ibu hamil tersebut. 3. Bagi keluarga yang memiliki beberapa orang anak kebetulan salah satunya menderita cacar air, seyogyanya dapat memahami penularan penyakit ini untuk dapat mencegah penularan dalam keluarga. 4. Alat pelindung diri seperti masker dan kebersihan pribadi sangat diperlukan dalam mencegah penyakit yang mudah menular ini. Penulis: Dr Pramudi D M kes Kabid PMK Dinkes Bantul Praktisi kesehatan di Bantul

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat