Berita

TB SEDUNIA

Jumat Pahing, 9 Maret 2012 13:57 WIB 2838

Tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari TB sedunia. Sejarah mencatat pada 24 Maret 1882 Robert Koch menemukan bakteri penyebab TB, sebuah penemuan penting dalam catatan sejarah melawan TB. Pada tahun 1993, WHO (World Health Organization) menyatakan TB sebagai kegawatdaruratan global dengan perkiraan sepertiga penduduk dunia terinfeksi oleh TB. Pada tahun itu strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short Course) diujicobakan di India, beberapa negara di Afrika dan di Indonesia. Hingga saat ini strategi DOTS dinyatakan sebagai strategi yang paling efektif dalam mengendalikan TB. Strategi DOTS di Kabupaten Bantul mulai diterapkan pada tahun 1996. Selama 15 tahun pelaksanaannya, sebagian target indikator kinerja program belum tercapai, seperti tingkat penemuan kasus TB BTA Positif atau Case Detection Rate (CDR) dan angka konversi, sedangkan angka kesembuhan sudah mencapai target. Permasalahan ini semakin kompleks dengan adanya trend peningkatan kasus kambuh, Multi Drug Resistant (MDR), dan co infeksi TB-HIV. Peringatan hari TB sedunia tahun 2012 merupakan momentum untuk membulatkan tekad dan menyatukan langkah dalam mencapai target pengendalian TB di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada umumnya dan Kabupaten Bantul pada khususnya. Bertepatan Hari TB Sedunia Kabupaten Bantul mengadakan Pencanangan Gerakan dan Sarasehan Melawan TB dan Active Selective Case Finding yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul 1. Pencanangan Gerakan dan Sarasehan Melawan TB Hari/tanggal : Kamis, 22 Maret 2012 Pukul : 08.00 – selesai Tempat : Hall Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Peserta : 150 orang 2. Active Selective Case Finding Hari/tanggal : Minggu Ke-5 Bulan Maret 2012 Pukul : 09.00 – selesai Tempat : Berdasarkan data, jumlah kontak terdekat PKTB yang terbanyak ada di kecamatan Pundong dan Kecamatan Imogiri. Maka dipilih 2 Kecamatan tersebut sebagai lokasi Active Selective Case Finding ( ASCF ). Target peserta : 2 Kecamatan X 50 Suspek = 100 Suspek. Petugas : 10 orang personel Puskesmas dan 5 orang personel Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul