Berita

SEKILAS INFO HASIL PEMANTAUAN PSN (GERTAK PSN) TAHUN 2012 PERIODE I (24 Pebruari 2012)

Selasa Pon, 20 Maret 2012 09:51 WIB 2827

Perlu kami sampaikan perkembangan kasus penyakit DBD di Kabupaten Bantul pada saat ini dan trend kasus selama beberapa tahun. Kejadian penyakit DBD di Kabupaten Bantul berfluktuatif. Pada tahun 2007 jumlah kasus sebanyak 587 dengan 12 kematian. (IR: 69 per 100.000 pddk, angka kematian: 2%). Target IR: <50/100000, CFR: <1%). Perkembangan penyakit DBD selanjutnya hampir stagnan sampai tahun 2009, namun pada tahun 2010 melonjak menjadi 1557 kasus dengan 8 kematian (IR: 173/100.000 pddk, angka kematian 0,5%). Cukup banyak upaya yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kab Bantul untuk menanggulangi penyakit DBD seperti: jumantik, gertak PSN, audit kasus DBD, magang tenaga kesehatan ke RS Sardjito, lomba menangkap jentik, dll sampai dengan DB4MK. Kita sangat bersyukur bahwa terjadi penurunan kasus pada tahun 2011 menjadi 247 dengan 2 kematian (IR: 27/100.000 pddk, angka kematian 0,8%). Pada tahun 2012 Sampai dengan tanggal 7 Maret jumlah penderita DBD di Kab Bantul sebanyak 21 kasus. Jumlah kasus tsb turun cukup tajam dibanding periode Jan-Feb tahun 2011 dimana ditemukan 135 penderita DBD. Jumlah penderita DBD pada tahun 2012 terbanyak di Kecamatan Kasihan (12). Tujuh Kecamatan lain yang perlu mendapat perhatian dengan sudah adanya kasus pada tahun 2012 adalah Sedayu (2), Banguntapan (2), Bantul, Sewon, Srandakan, Bambanglipuro dan Piyungan masing-masing 1 kasus. Sementara kecamatan yang lain masih nol. Kematian DBD masih nol. Secara umum pelaksanaan pemantauan PSN oleh Tim kabupaten berjalan lancar. Segenap anggota TIM Kab sudah mulai berkumpul di Rumah Dinas Bupati Bantul pada jam 06.30 WIB. Pada saat berkumpul dilakukan pengarahan oleh Bapak Assek 3 serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Selanjutnya Tim berpencar ke kecamatan-kecamatan sesuai dengan lokasi pemantauan PSN. Partisipasi kecamatan, desa dan dusun dalam pelaksanaan pemantauan PSN sudah baik. Hal ini ditandai dengan keterlibatan perangkat kecamatan, desa dan dusun dalam pemantauan PSN bersama-sama dengan Tim Kabupaten. Hasil pemantauan secara umum perolehan ABJ kabupaten mencapai 81,38 %. Perolehan ABJ tsb mengalami peningkatan dibandingkan pada saat pemantauan PSN pada tahun sebelumnya (72%). ABJ tertinggi di dusun Payak Tengah Srimulyo Piyungan sebesar 97,18%. ABJ terendah terdapat di dusun Mojohuro, Sriharjo, Imogiri yaitu 36,6%. Proporsi penemuan jentik sebagian besar berada di bak mandi (30,4%), bak WC (19,6%), tempayan (13,7%). Tempat perindukan lain relatif sedikit ditemukan jentik. Budaya PSN secara mandiri di masyarakat tetap perlu dipelihara dan ditingkatkan untuk pencapaian ABJ sesuai harapan. Dengan pemantauan PSN oleh Tim Kabupaten diharapkan menjadi motivator masyarakat dalam melaksanakan PSN secara kontinyu. Harapan kita kasus DBD dan kematian akibat DBD di Bantul dapat dipertahankan tetap rendah . Terimakasih