Berita

Tanda Bahaya Pada Kehamilan, Persalinan, Dan Nifas

Jumat Kliwon, 11 Mei 2012 11:54 WIB 5061

Tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, dan nifas adalah tanda/gejala yang menunjukkan ibu atau bayi yang dikandungnya dalam keadaan bahaya. Bila ada tanda bahaya, ibu harus mendapat pertolongan segera ke fasilitas kesehatan terdekat. Kebanyakan kehamilan berakhir dengan persalinan dan masa nifas yang normal. Namun, 15-20 diantara 100 ibu hamil mengalami gangguan pada kehamilan, persalinan, atau nifas. Gangguan tersebut dapat terjadi secara mendadak, dan biasanya tidak dapat diperkirakan sebelumnya. Karena itu, tiap ibu hamil, keluarga, dan masyarakat perlu mengetahui dan mengenali tanda bahaya. Tujuannya, agar mereka dapat segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk menyelamatkan jiwa ibu dan bayi yang dikandungnya. Minimal ada 10 tanda bahaya yang perlu dikenali oleh ibu hamil, keluarga, dan masyarakat yaitu: 1. ibu tidak mau makan dan muntah terus, 2. berat badan ibu hamil tidak naik, 3. perdarahan, 4. bengkak kaki/tangan/wajah, 5. gerakan janin berkurang atau tidak ada, 6. kelainan letak bayi dalam rahim, 7. ketuban pecah sebelum waktunya, 8. persalinan lama, 9. penyakit ibu yang berpengaruh terhadap kehamilan, dan 10. demam tinggi pada masa nifas. Kehamilan normal tetap perlu diwaspadai, karena tanda bahaya dapat terjadi sewaktu-waktu, tidak terduga, dan tidak ditemukan pada saat pemeriksaan kehamilan misalnya kejang, ketuban pecah sebelum waktunya, dan sebagainya.

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat