Berita

DINKES KABUPATEN BANTUL MENERIMA KUNJUNGAN STUDY BANDING DARI DINKES KOTA MAKASSAR

Kamis Wage, 1 November 2012 08:21 WIB 3002

Selasa tanggal 30 Oktober 2012, tepat pukul 09.30 WIB, Dinkes Bantul menerima kunjungan study banding dari Kota Makassar. Tujuan kunjungan adalah untuk mempelajari upaya Kabupaten Bantul dalam meraih Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) pada urutan kelima dari 440 Kabupaten/Kota di Indonesia. Tamu dari Kota Makassar sebanyak 22 orang yang terdiri dari 18 Kepala Puskesmas dan 4 orang Kepala Bidang dan kepala Seksi pada Dinkes Kota Makassar. Tamu disambut oleh Ibu Sekretaris Dinkes, Murtini, SKM, M.Kes, dan menjelaskan bahwa nilai IPKM ini merupakan dampak dan point plus dari upaya menanggulangi masalah kesehatan prioritas di Kab. Bantul. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas 2010), Kabupaten Bantul memperoleh nilai IPKM sebesar 0,691840. IPKM merupakan penjabaran lebih lanjut indeks kesehatan (Umur Harapan Hidup) pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPKM adalah indikator komposit yang menggambarkan kemajuan pembangunan kesehatan. Rumusan IPKM diperoleh dari data kesehatan berbasis komunitas yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), dan Survei Potensi Desa (Podes). Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) merupakan indeks komposit yang dirumuskan dari 24 indikator kesehatan. Secara garis besar, 24 indikator tersebut mencakup beberapa hal secara umum, yaitu (1) pembangunan kesehatan berwawasan lingkungan, (2) menyiapkan desa yang masyarakatnya berperilaku sehat, sehatnya aspek sosial ekonomi masyarakat, dan (3) menurunkan AKI dan AKB. Indikator tersebut diberi bobot untuk menghasilkan IPKM dan berkontribusi langsung dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Indikator-indikator kesehatan tersebut, antara lain yaitu status gizi Balita, prevalensi penyakit (diare, pneumonia, hipertemsi, gangguan mental, asma, penyakit gigi mulut, disabilitas, cedera, dan penyakit sendi), proporsi PHBS (cuci tangan, dan merokok), akses air bersih dan sanitasi, Cakupan pelayanan kesehatan (persalinan oleh tenaga kesehatan, pemeriksaan neonatal-1, imunisasi lengkap, dan penimbangan balita) serta ratio tenaga kesehatan (dokter/Puskesmas dan Bidan/Desa) Tingginya nilai IPKM ini tidak terlepas dari upaya kemitraan antara pemerintah daerah, masyarakat dan swasta, melalui program inovasi di Kabupaten Bantul yaitu Desa Bebas 4 Masalah Kesehatan (DB4MK). Program DB4MK ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan prioritas bidang kesehatan di Kabupaten Bantul, yaitu desa yang bebas kematian ibu, kematian bayi, bebas dari balita bergizi buruk, bebas kasus demam berdarah dan tercapainya penemuan penyakit TB.

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat