Berita

PENCANANGAN DESA SIAGA SEHAT JIWA DI DESA SRIHARJO IMOGIRI

Kamis Legi, 13 Desember 2012 08:12 WIB 4477

PENCANANGAN DESA SIAGA SEHAT JIWA DI DESA SRIHARJO IMOGIRI Masalah kesehatan jiwa mempunyai fenomena gunung es. Melihat perkembangan jaman saat ini, dimungkinkan jumlah penderita gangguan jiwa akan meningkat dan jenisnya semakin beragam. hal ini merupakan dampak dari kemajuan teknologi, perubahan budaya dan kondisi lain yang merupakan stresor. Tahun 1995 dari survei nasional ditemukan 185 dari 1000 penduduk rumah tangga dewasa menunjukkan adanya gejala gangguan kesehatan jiwa. sebanyak 1% dari jumlah penduduk terindikasi mengalami gangguan jiwa berat. Hasil riskesdas DIY tahun 2007 menunjukkan angka 9,6% gangguan mental emosional dan 0,38% adalah gangguan jiwa berat. Berdasarkan angka prevalensi gangguan jiwa di Kabupaten Bantul tahun 2007 menunjukkan angka 0,2% dari jumlah penduduk. Guna menangani kondisi tersebut maka diperlukan program yang mampu menjawab tantangan permasalahan yang ada. Desa siaga sehat jiwa (dssj) adalah sebuah model layanan program kesehatan jiwa berbasis masyarakat yang dibentuk dari pengembangan desa siaga. Makna program tersebut, membawa sebuah komunitas atau masyarakat agar dapat bersama-sama peduli dan aktif melakukan upaya-upaya sehingga terwujud derajat kesehatan jiwa yang berkualitas ditengah-tengah masyarakat. Pemikiran ini bertumpu pada renstra kemenkes tahun 2010-2014 bahwa untuk mencapai indonesia sehat adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas, meningkatkan monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Melalui pendekatan ini diharapkan jumlah gangguan jiwa berat dapat ditekan, kelompok sehat dapat diberdayakan secara optimal dan kelompok resiko dapat dicegah agar tetap sehat. Kondisi tersebut diatas dapat dicapai melalui penerapan sistem layanan kesehatan jiwa yang secara aktif melibatkan masyarakat mulai sejak deteksi dini sampai penanganan kasus lanjut di puskesmas. Salah satu upaya yang digagas oleh RSJ Grhasia, Pemda DIY dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul adalah membentuk desa siaga sehat jiwa (DSSJ) dengan mengambil wilayah percontohan di Desa Sriharjo Imogiri Kabupaten Bantul. Pada tanggal 11 Desember tahun 2012, bertempat di Balai Desa Sriharjo Imogiri dilaksanakan pencanangan Desa Sriharjo Imogiri sebagai Desa Siaga Sehat Jiwa. Pencanangan dilakukan oleh kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul drg. Maya Sintowati Pandji MM, yang ditandai dengan penabuhan gong. Acara pencanangan diselenggarakan di Desa Sriharjo denga dihadiri oleh Direktur RSJ GHRASIA beserta jajarannya, Dinas Kesehatan DIY, Wakil Direktur Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul, jajaran Akademisi Fakultas Kedokteran UMY Yogyakarta, Muspika Kecamatan Imogiri Kepala Puskesmas Imogiri II beserta staf, Kepala Desa Sriharjo Imogiri beserta tokoh masyarakat, para kader kesehatan terutama kader kesehatan jiwa Desa Sriharjo yang berjumlah 37 serta tamu undangan lainnya. Pada acara tersebut juga ditampilkan hasil-hasil karya seni warga binaan kader kesehatan jiwa berupa kerajinan tangan, batik serta produk-produk makanan. Manfaat yang diharapkan setelah dilakukan pencangan desa siaga sehat jiwa ini, diharapkan semua lapisan masyarakat memahami bahwa permasalahan kesehatan jiwa menjadi tanggung jawab bersama dan semakin menyadari peran serta tugas masing-masing.

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat