Berita

Manajemen Asfiksia dan BBLR sebagai Salah Satu Upaya Penurunan AKB

Jumat Legi, 28 Maret 2014 12:30 WIB 3846

MANAJEMEN ASFIKSIA NEONATAL DAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PERCEPATAN PENURUNAN AKB (ANGKA KEMATIAN BAYI) DI KABUPATEN BANTUL Bantul, Maret 2014. Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator keberhasilan MDGs ke 4 dan juga indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta Rencana Strategis (Renstra) Kabupaten Bantul. Upaya penurunan AKB di Bantul belum berjalan optimal, terlihat dari masih fluktuatifnya jumlah absolut kematian bayi maupun AKB. Angka kematian bayi tahun 2013 naik dibandingkan tahun 2012, dari 116 kasus di tahun 2012 menjadi 126 kasus di tahun 2013. Penyebab terbanyak dari kematian bayi tersebut adalah asfiksia (gangguan nafas) dan Berat Badan Lahir Rendah(BBLR). Penyebab kematian bayi tahun 2008-2013 secara lengkap dapat di lihat di tabel 1. Tabel 1. Penyebab Kematian Bayi Tahun 2008-2013 Penyebab Kematian 2008 2009 2010 2011 2012 2013 Berat Badan Lahir Rendah(BBLR) 41 52 37 38 14 18 Asfiksia 52 32 28 20 29 47 Kelainan Bawaan 40 25 24 28 29 19 Lain-lain ( Infeksi, tumor, diare dll) 37 33 31 18 44 42 JUMLAH 170 142 120 104 116 126 Kematian bayi merupakan keluaran dari suatu sistem pelayanan kesehatan yang dipengaruhi oleh banyak hal mulai dari perilaku dan peran serta masyarakat, sistem pelayanan kesehatan,peran serta lintas program dan lintas sektor kesehatan serta peran pemangku kebijakan. Salah satu sektor yang sangat berperan dlam kematian ibu adalah sistem pelayanan kesehatan, dimana peran kompetensi petugas kesehatan dalam melakukan pelayanan sangat menentukan. Oleh karena itu, di tahun 2014 ini Dinas Kesehatan Bantul melakukan update tatalaksana/manajemen asfiksia dan BBLR dengan cara mendatangkan Spesialis penyakit Anak langsung ke Puskesmas, terutama Puskesmas yang mampu Penatalaksanaan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar(PONED). Pada bulan Maret ini program ini dilaksanakan di Puskesmas Imogiri I dan Sewon I. Program update manajemen Asfiksia dan BBLR yang dilaksanakan di puskesmas ini menggabungkan antara teori dan praktek sehingga diharapakan lebih mempunyai daya ungkit dalam peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petugas puskesmas. Petugas puskesmas yang dilibatkan bukan hanya bidan tapi juga dokter dan perawat sebagai tim Puskesmas PONED.