Berita

KELOMPOK PENDUKUNG ((KP) - IBU "KEKEP IBU" KECAMATAN KASIHAN KABUPATEN BANTUL, DIY

Senin Wage, 31 Maret 2014 13:40 WIB 4675

Kelompok Pendukung (KP)-IBU “KEKEP IBU” Kecamatan Kasihan,Kabupaten Bantul, DIY Target pencapaian MDG’s pada tahun 2015 adalah menurunkan angka kematian bayi, peningkatan kesehatan ibu, menanggulangi kemiskinan, pemenuhan pendidikan dasar, kesetaraan gender, menekan penyakit menular HIV dan AIDS serta lainnya. Guna percepatan pencapaian tujuan pembangunan millennium 2015, sesuai dengan Visi Kabupaten Bantul yaitu menjadikan Kabupaten Sehat dan berupaya menjadi Kabupaten yang Mandiri (Perda Kab.Bantul No.12/2010), maka Pemerintah Kabupaten Bantul melakukan integrasi inovatif model nasional Kementerian Kesehatan Kelas Ibu ke dalam Kelompok Pendukung Ibu (KP-Ibu), Upaya pembentukan dan pengembangan KP Ibu merupakan salah satu cara memberikan pendidikan dan pemberian dukungan kepada ibu dengan model pemberdayaan kesehatan yang berbasis masyarakat. Keterlibatan aktif dari masyarakat baik secara perorangan maupun terorganisasi dalam mendukung pemberian ASI Eksklusif sangatlah mendukung dalam mewujudkan kebijakan pemerintah Kabupaten Bantul yaitu Peraturan Bupati No.82 tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif. Tujuan dari pembentukan KP Ibu agar terjadi peningkatan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI secara eksklusif kepada bayi usia 0-6 bulan dengan metode yang dikemas lebih menarik bagi ibu hamil dan ibu menyusui dengan harapan dapat menurunkan kematian Ibu melahirkan, kematian bayi lahir dan balita serta gizi buruk. Dari berbagai penelitian yang ada menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan berkontribusi dalam penurunan kematian bayi dan balita serta gizi buruk. Masa dua tahun pertama kehidupan manusia merupakam masa kritis untuk membentuk fondasi pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal dalam jangka panjang. Karena itu sangat penting untuk memastikan bahwa anak usia 0-2 tahun mendapatkan asuhan gizi yang optimal. Upaya untuk memberikan asuhan gizi optimal usia 0-2 tahun berarti memberdayakan para ibu untuk dapat melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan dan meneruskan ASI hingga anak usia 2 tahun. Capaian ASI Eksklusif tahun 2009 di Kabupaten Bantul yaitu 25.21% jauh dibawah target Renstra Kabupaten Bantul yaitu 80%, Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Bantul tahun 2009 yaitu 115,8 per 1000 kelahiran hidup, Angka Kematian Ibu (AKI) 11,7 per 10000 kelahiran hidup. Pasca gempa bumi di Yogyakarta tahun 2006 merubah pola budaya masyarakat dalam pemberian ASI dan bergeser ke susu formula. Hal ini membuat kekhawatiran Pemerintah Kabupaten Bantul dan berupaya mencari strategi yang efektif. IMD diyakini mensukseskan pemberian ASI eksklusif serta menyelamatkan sekitar 22% nyawa bayi baru lahir sedangkan pemberian ASI Ekslusif dapat mencegah 13% kematian balita. Melakukan program IMD tidak hanya terkait sesaat setelah kelahiran, namun sebaiknya dipersiapan ketika masa kehamilan, dan selama masa kehamilan sebaiknya juga sudah mulai mencari referensi mengenai program ASI eksklusif serta tata laksana menyusui secara benar sehingga program IMD yang dilakukan nanti bisa dilaksanakan berkelanjutan hingga program ASI eksklusif. Semakin banyak jumlah bayi yang mendapat ASI eksklusif, maka kualitas kesehatan bayi dan anak balita akan semakin baik. Strategi Pemerintah Kabupaten Bantul untuk menurunkan AKI, AKB serta meningkatkan IMD dan capaian ASI Eksklusif ditangkap dan dikembangkan oleh Puskesmas Kasihan I dengan nama Kekep Ibu yaitu gabungan dari kelompok pendukung ibu dan kegiatan kelas ibu. Kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan pelaksanaan Kekep Ibu Meningkatkan cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif 6 bulan dalam rangka mencegah terjadinya gizi buruk, kematian ibu serta kematian bayi dan balita. Pertemuan Kekep Ibu adalah pertemuan yang dilaksanakan secara rutin 2 minggu sekali atau setidaknya sebulan sekali termasuk kunjungan rumah untuk saling bertukar pengalaman, berdiskusi dan saling memberi dukungan terkait kesehatan ibu dan anak khususnya seputar kesehatan ibu dan anak , kehamilan, menyusui dan gizi. Pertemuan Kekep Ibu didesain sebagai pertemuan santai dan tidak kaku yang dipandu oleh motivator ASI. Motivator ASI adalah ibu kader atau ibu balita dari wilayah setempat yang telah dilatih khusus sebagai motivator. Peserta Kekep Ibu terdiri dari 10-12 peserta dan peserta diutamakan ibu hamil dan ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dan ibu yang mempunyai anak usia 6-23 bulan. Untuk merayakan keberhasilan ibu dalam pemberian ASI kepada bayinya maka Kekep Ibu memberikan penghargaan berupa sertifikat S1 diberikan kepada bayi yang lulus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan sedangkan sertifikat S2 diberikan kepada anak yang lulus melanjutkan pemberian ASI sampai usia 2 tahun yang ditanda tangani oleh kepala puskesmas setempat. Motivator dan peserta kekep Ibu selalu mengagendakan berkunjung kepada ibu yang baru melahirkan dengan memberikan bingkisan ala kadarnya sebagai tali kasih dan agenda berkunjung akan disesuaikan dengan jadwal pertemuan selanjutnya di tempat ibu yang melahirkan. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk memotivasi ibu agar menjadi peserta aktif Kekep Ibu. Motivator ASI juga berkunjung kepada ibu yang mengalami masalah dalam menyusui. Monitoring dan evaluasi kegiatan Kekep Ibu dilakukan oleh Pembina KP Ibu dari puskesmas di tingkat desa dilaksanakan 2 bulan sekali didanai oleh dana ADD (Alokasi Dana Desa). Untuk evaluasi administrasi KP Ibu puskesmas mengadakan lomba KP Ibu tingkat puskesmas. Sedangkan untuk evaluasi pengetahuan motivator ASI puskemas mengadakan lomba cerdas cermat motivator ASI dan penghargaan bagi Kekep Ibu yang tepat waktu melaporkan kegiatannya. Kegiatan ini didanai dari dana Bantuan Operasional Kesehatn (BOK). Guna mencapai tujuan dari KP Ibu maka berdasarkan laporan motivator KP Ibu, pembina KP Ibu yang terdiri dari bidan-bidan puskesmas juga melakukan pemantauan dan pendampingan kepada bayi beresiko tinggi. Atas kinerja baik yang telah dilakukan Kekep Ibu melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan ibu hamil, ibu menyusui dan balita di wilayahnya, Kekep ibu mendapat penghargaan peringkat tiga pada lomba KP ibu tingkat Nasional dalam rangka Pekan ASI Sedunia (PAS) dan menjadi nominator MDGs Award di tingkat Nasional.