Berita

GENERASI MUDA SEHAT & BERPRESTASI “CEGAH PERNIKAHAN DINI”

Ahad Pon, 4 Mei 2014 22:41 WIB 4055

Bantul (Promkes). Obrolan ringan siang itu mampu menghangatkan suasana kegiatan Evaluasi Kader Kesehatan Remaja (KKR) Kabupaten Bantul tahun 2014. Selasa, 29 april 2014 lalu dr. Lucia Sri Rejeki, MPH dan Dra. Tjatur Budiyanti, M. Pd. yang dimoderatori oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Guppianto Susilo, SE, MM mengemas obrolan ringan dalam bentuk talk show dengan tema “Generasi Muda Sehat dan Berpretasi - Cegah Pernikahan Dini”. Dikutip dari harian Kedaulatan Rakyat (KR) bulan April 2014, angka pernikahan dibawah umur atau pernikahan dini di Kabupaten Bantul tahun 2013 jumlahnya mencapai 300 lebih. Penyebab utama pernikahan dini didominasi faktor hamil terlebih dahulu dari pasangan muda mudi. Sementara untuk tahun ini dari Januari sampai April 2014 pernikahan dibawah umur jumlahnya sudah mencapai 66 kasus. Sebuah fenomena yang perlu mendapatkan perhatian istimewa, oleh karena itu dalam obrolan ringan kali ini Dra. Tjatur Budiyanti, M. Pd. selaku Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) Kabupaten Bantul menekankan obrolan pada aspek pergaulan pada remaja dan dr. Lusia Sri Rejeki, MPH. memfokuskan obrolan seputar bahaya seks pra nikah dari sisi medis. Obrolan semakin memanas ketika moderator memberikan kesempatan pada peserta untuk bertanya dan berpendapat pasca pemutaran film Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tentang “Akibat Pernikahan Dini”. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta antara lain bagaimana sikap Kader Kesehatan Remaja agar teman dan lingkungan sekitar terhindar dari pernikahan dini dan bagaimana apabila Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) terlanjur terjadi. Narasumber menjelaskan bahwa remaja harus bergaul dengan sehat, tau batasan-batasan pergaulan, melakukan kegiatan positif dan tau bahaya pernikahan dini. Apabila sudah terlanjur terjadi Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) maka perlu dimotifasi untuk bangkit kembali, jangan sampai putus sekolah, bila diperlukan mengikuti program Kejar Paket C untuk memenuhi wajib belajar 12 tahun. Secara medis dijelaskan bahwa pernikahan dini mengakibatkan kehamilan beresiko tinggi hingga bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), munculnya penyulit dalam persalinan, bayi lahir dengan cacat bawaan bahkan hingga kematian ibu maupun bayinya. Di akhir sesi tolk show ternyata masih banyak peserta yang ingin melontarkan pertayaan. Karena durasi waktu yang disediakan panitia hanya 60 menit ternyata dirasa sangat kurang untuk mengobrolkan fenomena pernikahan dini. Oleh karena itu, kedua narasumber berkenan berbagi nomer hand phone (HP) agar peserta dapat bertanyajawab dengan kedua narasumber diluar forum. Talkshow diakhiri moderator dengan menyimpulkan bahwa untuk mempersiapkan diri menjadi remaja sehat dan berprestasi salah satunya dengan mencegah terjadinya pernikahan dini. Moderator menutup obrolan dengan sapaan hangat memalui “Salam PHBS...!” yang disambut dengan sangat meriah dan penuh semangat oleh seluruh peserta “Bantul Cinta Sehat, Bantulku Hebat!...... Yes.....! sambil diikuti tepuk tangan yang sangat meriah dan membahana di Hall Husada Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. (DA)

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat