Berita

TEMBAKAU, FAKTOR RISIKO PADA 6 DARI 8 PENYEBAB KEMATIAN UTAMA

Kamis Kliwon, 5 Juni 2014 10:17 WIB 2821

Indonesia menempati urutan ke-7 terbesar dalam jumlah kematian yang disebabkan oleh Kanker yakni sebanyak 188.100 orang per tahun. Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pembuluh darah berjumlah 468.700 orang atau menempati urutan ke-6 terbesar dari seluruh negara-negara kelompok WHO. Kematian yang disebabkan oleh penyakit sistem pernafasan adalah penyakit Chronic Obstructive Pulmonary (COPD) yakni sebesar 73.100 orang (66,6%) sedangkan asma sebesar 13.690 orang yang merupakan terbesar ke 3 setelah India dan Tiongkok. Menurut Riskesdas 2007, diperkirakan lebih dari 40,3 juta anak tinggal bersama dengan perokok dan terpapar pada asap rokok di lingkungannya (perokok pasif). Anak yang terpapar asap rokok dapat mengalami peningkatan risiko terkena bronkitis, pneumonia, infeksi telinga tengah, asma serta kelambatan pertumbuhan paru-paru. Kerusasakan kesehatan dini dapat menyebabkan kesehatan yang buruk pada masa dewasa. Hasil penelitian membutktikan bahwa rokok mengandung zat adiktif yang membahayakan kesehatan. Zat adiktif adalah bahan yang menyebabkan adiksi atau ketergantungan yang membahayakan keseahatan dengan ditandai perubahan perilaku, kognitif, dan fenomena fisiologis, keinginan kuat untuk mengkonsumsi bahan tersebut, kesulitan dalam mengendalikan penggunannya, memberi prioritas pada penggunaan bahan tersebut daripada kegiatan lain, meningkatnya toleransi dan dapat menyebabkan keadaan gejala putus zat. Hasil penelitian membuktikan bahwa rokok mengandung zat adiktif yang membahayakan kesehatan. Aat adiktif adalah bahan yang menyebabkan adiksi atau ketergantungan yang membahayakan kesehatan dengan ditandai perubahan perilaku, kognitif dan fenomena fisiologis, keinginan kuat untuk mengkonsumsi bahan tersebut, kesulitan dalam mengendalikan penggunaannya, memberi prioritas pada penggunaan bahan tersebut daripada kegiatan lain, meningkatnya toleransi dan dapat menyebabkan keadaan gejala putus zat. Tidak hanya itu, banyak dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh rokok dan jarang dipublikasikan seperti kanker kulit, katarak, rambut rontok, osteoporosis, penyankit jantung dan masih banyak efek kesehatan lainnya. Oleh karena itu, penting dilakukan pengawasan dan pengendalian terhadap bahan yang mengandung zat adiktif termasuk produk tembakau seperti rokok. "Kalau ada yang lebih baik, kenapa mesti rokok yang kita pilih yang jelas-jelas tidak ditemukan manfaatnya" (Sumber : Pusat Promkes Kementerian Kesehatan RI)