Berita

Parade Kolosal Dinas Kesehatan Kab Bantul Dalam KARNAVAL 2014

Kamis Pahing, 21 Agustus 2014 11:40 WIB 5412

foto

Merokok saat ini masih menjadi bagian hidup masyarakat Kabupaten Bantul sehari-hari. Di Kabupaten Bantul fenomena perokok pemula telah bergeser ke usia yang lebih muda, bahkan ditemukan perokok balita. Konsumsi rokok yang besar ini tentunya akan memberikan risiko yang tinggi pada berbagai macam penyakit. Dalam karnaval kali ini Dinas Kesehatan Kab. Bantul mengangkat tema “Aku Bangga Rumahku Bebas Asap Rokok”. Peserta karnaval adalah karyawan karyawati puskesmas yang berjumlah 35 orang.

1. Awal barisan terlihat sosok limbuk dan cangik dengan membawa identitas rombongan diikuti oleh punokawan. Limbuk, cangik, dan punokawan menggambarkan masyarakat yang bersahaja namun dapat menjadi figur kehidupan yang mampu mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam upaya kesehatan. Penampilan limbuk, cangik, dan punokawan ini sekaligus sebagai brand posisioning Iklan Layanan Masyarakat tentang bahaya asap rokok yang sudah familier di masyarakat.

 

2. Di belakang punokawan ditempati oleh barisan badut yang menggambarkan warga masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya kesehatan dengan:

  • Mengajak untuk berPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan tidak merokok di institusi pendidikan, pelayanan kesehatan, tempat kerja, tempat ibadah dan tempat-tempat umum serta
  • Menyebarluaskan informasi tentang bahaya asap rokok.

 

3. Mobil hias berbetuk rumah tradisional Yogyakarta yang pada umumnya dengan sedikit ventilasi. Rumah tradisional diilustrasikan terbakar karena rokok menggambarkan:

  • Apabila salah satu penghuni rumah adalah seorang perokok aktif maka anggota keluarga lain merupakan perokok pasif yang menghisap asap rokok orang lain (arol) yang juga mendapatkan bahaya akibat asap rokok
  • Bencana merusak generasi bangsa karena dana yang bisa digunakan untuk pemenuhan pendidikan dan gizi digunakan untuk membeli rokok

 

4. Kakek dan banci menggambarkan komponen masyarakat di Kabupaten Bantul yang sulit diintervensi untuk tidak merokok didalam rumah, ruangan, maupun di tempat-tempat umum.

 

5. Masyarakat profesi yang terdiri dari dokter, camat, guru, atlit, penjual jamu gendong dan petani menggambarkan ajakan kepada seluruh komponen masyarakat untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan menciptakan rumah bebas asap rokok dan Kawasan Dilarang Merokok (meliputi institusi pendidikan, tempat kerja, fasilitas pelayanan kesehatan, tempat ibadah, dan tempat-tempat umum)

 

6. Perokok pasif (Ibu hamil dan Ibu menyusui) menggambarkan kelompok masyarakat rentan yang menentukan masa depan bangsa. Asap rokok mengakibatkan gangguan pada bayi meliputi perkembangan paru lambat,  intelegensi kurang, infeksi saluran nafas, infeksi telinga, asma, dan bayi mati mendadak.  Sudah tidak terbantahkan bahwa balita dengan gizi kurang berisiko mengalami keterlambatan perkembangan mental serta meningkatkan morbiditas dan mortalitas akibat rentan terhadap penyakit. Konsekuensi jangka panjangnya :  prestasi sekolah buruk, kapasitas intelektual lemah, dan kemampuan kerja kurang sehingga masalah yang timbul akibat merokok mengancam hilangnya sebuah generasi (lost generation).

 

7. Kelompok masyarakat yang terkena dampak asap rokok ( penyakit gangrene, penyakit mulut, kanker leher, kanker mulut, kanker mulut, dan kerusakan organ tubuh lainnya) terbagi menjadi 2 kelompok :

  • Kelompok masyarakat yang sudah berhenti dan memberikan testimoni
  • Kelompok masyarakat yang sulit untuk meninggalkan merokok sehingga digambarkan beberapa organ yang rusak akibat asap rokok.

8. Musik pendamping:

a. Musik Jawa (dodogan besar, dodogan kecil, dan bende)

Simbol budaya jawa yang adiluhung yang harus dijaga, dipertahankan, dilestarikan dan menjadi kebanggaan masyarakat. Penggunaan musik jawa tradisional digunakan untuk membidik kalangan masyarakat tradisional yangsangat sulit untuk berupaya berhenti merokok karena menganggap rokok adalah budaya leluhur.

b. Iringan perjalanan

  • Lagu 17 Agustus

Menggambarkan semangat proklamasi untuk memerdekakan masyarakat dari bahaya asap rokok

  • Iklan Layanan Masyarakat tentang Kawasan Dilarang Merokok

Mengajak masyarakat untuk berperan serta dalam upaya kesehatan dengan tidak merokok di Kawasan Dilarang Merokok

  • Mars Hidup Sehat

Ajakan kepada masyarakat untuk menerapkan PHBS

c. Jingle

Judul                 : Yuk Jauhi Rokok

Gambaran : musik tradisional dari Ibukota yang sangat dikenal

masyarakat sehingga dapat membidik masyarakat

pendatang yang ada di Kab. Bantul

Judul                 : Buanglah rokokmu

untuk membidik masyarakat Bantul dari seluruh lapisan

  usia

Judul                 : sehat tanpa merokok

Bantul terutama untuk ajakan pemberdayaan

masyarakat untukhidup sehat tanpa asap rokok

dari : Seksi Promkes Bidang PMS


Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat