Berita

Workshop Penyusunan Indikator Kinerja

Rabu Kliwon, 15 Juli 2015 13:39 WIB 10258

Workshop Penyusunan Indikator Kinerja dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Juli 2015, bertempat di Aula Medika Dinkes Kab. Bantul

Paparan Penyusunan Indikator Kinerja oleh Ibu Dra. Ninik Istitarini, Apt, MPH (Sekdinkes Kab. Bantul)

  • lndikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang rnenggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  • lndikator kinerja memberikan penjelasan kuantitatif maupun secara kualitatif mengenai hal-2 yang diukur untuk tingkat ketercapaian tujuan.
  • lndikator kinerja adalah sesuatu yang mengindikasikan terwujudnya kinerja yang diinginkan.
  • lndikator kinerja harus merupakan sesuatu yang akan dihitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkat kinerja baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan, maupun tahap setelah kegiatan selesai dan berfungsi (ex-post).
  • Syarat Indikator Kinerja ; relevan, Penting, Efektif dan Layak
  • Relevan : indikator kinerja berhubungan dengan apa yang diukur dan secara obyektif digunakan dalam pengambilan keputusan
  • Penting : menjadi prioritas dan harus berguna untuk menunjukkan keberhasilan, kemajuan atau pencapaian
  • Efektif dan layak : data dan informasi yang berkaitan dengan indikator kinerja yang bersangkutan dapat dikumpulkan, diolah, dan dianalisis dengan biaya yang layak
  • Indikator Kinerja Utama (IKU); Kinerja utama dari instansi adalah hal utama yang akan diwujudkan oleh instansi tsb, yang menjadi core business dan tertuang dalam tugas dan fungsi serta kewenangan utama instansi pemerintah.
  • IKU (Key Performance Indicators) merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dana sasaran strategis pemerintah.
  • Tujuan ditetapkannya IKU :
  1. untuk memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam penyelenggaraan manajemen kinerja yang baik
  2. untuk memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan akuntabilitas kinerja
  • Dalam penyusunan RPJMD dan Renstra SKPD, IKU untuk mengukur tingkat keberhasilan pelaksanaan dokumen tersebut. Evaluasi keberhasilan hanya dapat dilakukan jika dalam dokumen perencanaan telah dilengkapi dengan seperangkat indikator kinerja yang mengukur capaian pelaksanaan perencanaan.
  • Setiap tahun, SKPD harus merencanakan program dan kegiatan sesuai dengan ukuran keberhasilan yang telah ditetapkan. Program dan kegiatan tsb diusulkan anggarannya dalam dokumen RKA SKPD. Beberapa manfaat yang diperoleh yaitu:
  1. Program dan kegiatan yang dilaksanakan SKPD akan terkait langsung dg ukuran keberhasilan SKPD tsb, yg merupakan penjabaran tugas dan fungsi instansi
  2. Terdapat eselarasan antara indicator kinerja kegiatan dg IKU instansi ybs
  3. Anggaran hanya dipergunakan untuk program dan kegiatan yang mendukung keberhasilan instansi dalam upaya pelaksanaan tugas dan fungsi.
  • Langkah menetapkan IKU; IKU pada tingkatan organisasi meliputi indikator keluaran (output) dan hasil (outcome). Rincian langkah2 menetapkan IKU sbb:
  1. Tahap 1; klarifikasi hal yang menjadi kinerja utama, pernyatan hasil (result statement) atau tujuan/sasaran yg ingin dicapai
  2. Tahap 2; menyusun daftar awal IKU yg mungkin dpt digunakan. Caranya sbb:
  3. Brainstorming internal oleh tim perumus, hal ini yg sedang kita lakukan saat ini.
  4. Konsultasi dengan para ahli di bidang yg sedang dibahas
  5. Menggunakan pengalaman pihak lain dg kegiatan yg sejenis.

Kita menggunakan Renstra Kementrian Kesehatan sebagai patokan dan juga panduan dari program.

  1. Tahap 3; melakukan penilaian setiap IKU yg terdapat dalam daftar awal indikator kinerja
  2. Tahap 4; memilih IKU

 

  • Indikator Kinerja Utama  (IKU) Bupati Bantul : Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Status gizi Balita dan  Umur Harapan Hidup (UHH)
  • IKU di Level Bupati Bantul, disahkan dengan SK Bupati Bantul  no 386 tahun 2014 ttg penetapan IKU Bupati dan SKPD
  • Sasaran trategis : meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Indikator Kinerja Bupati (AKI, AKB, Gizi Buruk, dan UHH)

 

  1. Reviu Indikator Kinerja dalam Renstra 2011 – 2015 oleh Diana S R, SKM, MSE (Ka Sub Bag Program)

Beberapa indikator yg ada dalam Renstra mengacu indikator RPJMD yang telah disesuaikan dengan Permendagri 13 Tahun 2009, yaitu :

  •  

Bidang Urusan Pemerintahan dan Program Prioritas Pembangunan

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Tahun-1 (2011)

Tahun-2 (2012)

Tahun-3 (2013)

Tahun-4 (2014)

Tahun-5 (2015)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  1.  

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

Pemberian Obat Rasional (POR)

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

Program Upaya Kesehatan Masyarakat

Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarkes (RS) di Kab/Kota

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

Program Pengawasan Obat dan Makanan

Sertifikasi Pangan pada Industri Rumah Tangga   (P-IRT)

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Cakupan desa siaga aktif

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

Program Perbaikan Gizi

Angka gizi buruk Balita

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

KEP total Balita

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

Program Pengembangan Lingkungan Sehat

Pengawasan kualitas Air bersih

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

Pengawasan Rumah sehat

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

Penemuan AFP

100%

100%

100%

100%

100%

Penemuan penderita pneumonia balita

15%

20%

25%

30%

35%

   

Penemuan penderita diare

16%

16%

17%

18%

20%

   

Angka kesakitan DBD

54/

100ribu

53/

100ribu

52/

100ribu

51/

100ribu

50/

100ribu

   

Angka kematian DBD

0,7%

0,6%

0,5%

0,5%

0,5%

   

Penemuan kasus TB BTA Positif baru

55%

60%

65%

70%

70%

   

Penyembuhan kasus TB

86%

87%

88%

88%

88%

   

Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

100%

100%

100%

100%

100%

  •  

Bidang Urusan Pemerintahan dan Program Prioritas Pembangunan

Indikator Kinerja Program (Outcome)

Target Kinerja Program dan Kerangka Pendanaan

Tahun-1 (2011)

Tahun-2 (2012)

Tahun-3 (2013)

Tahun-4 (2014)

Tahun-5 (2015)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
   

Cakupan Desa Universal Child Immunization (UCI)

100%

100%

100%

100%

100%

  1.  

Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

Jumlah Puskesmas terakreditasi Total Quality Manajemen (TQM)

30%

45%

60%

90%

100%

  1.  

Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin

Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan

40%

55%

70%

85%

100%

  1.  

 Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya

Bangunan fisik Puskesmas dan Pustu dalam kondisi baik

85%

87%

90%

93%

95%

  1.  

Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

95%

95%

100%

100%

100%

  1.  

Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita

Cakupan kunjungan bayi

85%

86%

87%

90%

95%

Cakupan pelayanan anak balita

65%

75%

80%

85%

90%

  1.  

Program peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia

Puskesmas santun Usila

9 Pusk

12 Pusk

15 Pusk

19 Pusk

20 Pusk

  1.  

Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak

AKB

10/

1000 KH

9/

1000 KH

8/

1000 KH

7,5/

1000 KH

7/

1000 KH

AKI

100/100rb KH

90/100rbu KH

80/100rbu KH

75/100rbu KH

70/100rbu KH

  1.  

Pencegahan dan Penanggulangan penyakit tidak menular

Jumlah Puskesmas yang melakukan deteksi dini faktor resiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (PJPD)

5 Pusk

7 Pusk

8 Pusk

9 Pusk

10 Pusk

 

Capaian Tahun 2011- 2014 :

No.

Indikator

Satuan

2010

2011

2012

2013

2014

A.

Capaian Indikator RPJMD

 

 

 

 

 

 

1

P O R

%

  1.  
  1.  

91,38

  1.  

95,23

2

Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarkes (RS) di Kab/Kota

%

  1.  
  1.  
  1.  
  1.  
  1.  

3

Sertifikasi Pangan pada Industri Rumah Tangga   (P-IRT)

Serti-

fikat

 

 

 

 

1.801

4

Cakupan desa siaga aktif

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

5

Angka gizi buruk Balita

%

0,58

0,52

0,44

0,42

0,38

6

KEP total Balita

%

12,00

11,24

10,14

9,71

8,15

7

Pengawasan kualitas Air bersih

%

81,02

81,02

88,80

92,42

97,60

8

Pengawasan Rumah sehat

%

67,6

65,58

65,74

65,90

65,96

9

Jamban sehat

%

86,9

81,93

77,99

79,76

82,11

10

Penemuan AFP

%

100,00

150,00

280,00

150,00

100,00

11

Penemuan penderita pneumonia balita

%

6,85

6,6

15,61

18,54

45,21

12

Penemuan penderita diare

%

14,4

13,00

4,86

8,16

23,78

13

Angka kesakitan DBD

%

14,4

13,00

4,86

8,16

23,78

14

Angka kematian DBD

%

  1.  
  1.  

0

  1.  

0,16

15

Penemuan kasus TB BTA Positif baru

%

40,81

44,25

51,02

52,68

44,19

16

Penyembuhan kasus TB

%

78,57

  1.  

86,12

  1.  

81,70

17

Cakupan Desa/Kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

18

KIE kelompok kunci (HIV)

%

35,00

100

132,66

100,00

100,00

19

KIE kelompok rentan (HIV)

%

30,00

100

200

100,00

100,00

20

VCT kelompok kunci (HIV)

%

30,00

74,00

55,78

100,00

100,00

21

Cakupan Desa Universal Child Immunization (UCI)

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

22

KIE kelompok kunci (HIV)

%

35,00

100

132,66

100,00

100,00

23

KIE kelompok rentan (HIV)

%

30,00

100

200

100,00

100,00

24

VCT kelompok kunci (HIV)

%

30,00

74,00

55,78

100,00

100,00

25

Jumlah Puskesmas terakreditasi Total Quality Manajemen (TQM)

%

33,33

33,3

63,0

66,67

66,67

26

Akreditasi RS

%

27,3

27,3

63,0

61,54

57,14

27

Persentase penduduk yang memiliki jaminan kesehatan

%

46,96

46,96

63

96,62

89,66

28

Bangunan fisik Puskesmas dan Pustu dalam kondisi baik

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

29

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

%

96,59

97,18

98,99

99,76

100,00

30

Cakupan kunjungan bayi

%

90,20

86,30

84,00

85,70

90,05

31

Cakupan pelayanan anak balita

%

74,90

77,60

84,90

78,59

83,03

31

Umur Harapan Hidup

Tahun

  1.  
  1.  

71,33

  1.  

71,62

33

Angka Kematian Bayi (AKB)

/1000 KH

9,8

8,5

8,6

9,38

8,75

34

Angka Kematian Ibu (AKI)

/100rb KH

82,1

111,2

52,16

96,83

104,70

 

 

 

 

 

 

 

 

B.

Capaian Indikator SPM

 

 

 

 

 

 

1

Cakupan kunjungan ibu hamil K4

%

  1.  
  1.  

91,8

  1.  

92,02

2

Cakupan ibu hamil dengan komplikasi yang ditangani

%

  1.  
  1.  

100,00

100,00

100,00

3

Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan atau tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

%

99,59

99,07

99,9

99,96

99,98

4

Cakupan pelayanan ibu nifas

%

82,51

93,62

92,50

93,43

95,09

5

Cakupan neonatal dengan komplikasi yang ditangani

%

69,43

74,80

100,00

99,87

100,00

6

Cakupan kunjungan bayi

%

90,20

86,30

84,00

85,70

90,05

7

Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI)

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

8

Cakupan pelayanan anak Balita

%

74,90

77,60

84,90

78,59

83,03

9

Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

10

Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

11

Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat

%

96,59

97,18

98,99

99,76

100,00

12

Cakupan peserta KB aktif

%

79,51

79,40

80,57

81,05

79,20

 

Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit:

 

 

 

 

 

 

13

a. Penemuan AFP

%

100,00

150,00

280,00

150,00

100,00

14

b. Penemuan penderita pneumonia Balita

%

6,85

6,6

15,61

18,54

45,21

15

c. Penemuan baru TB BTA positif

%

40,81

44,25

51,02

52,68

44,19

16

d. Penderita DBD yang ditangani

%

100,00

100,00

100,00

100,00

100,00

17

e. Penemuan penderita diare

%

14,4

13,00

4,86

8,16

23,78

18

Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat miskin

%

100,00

96,80

101,63

112,86

100,00

19

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

%

100,00

81,00

100,00

200,40

100,00

20

Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus diberi sarana kesehatan (RS) di kabupaten/kota

%

100,00

100,00

100,00

  1.  

100,00

21

Cakupan desa/kelurahan mengalami KLB yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <24 jam

%

100,00

100,00

100,00

  1.  

100,00

 

Diskusi :

  • Target indikator Renstra yg blm tercapai th 2014  adalah cakupan pelayanan anak balita

Dr. Nugrah (Ka Pusk. Srandakan),

  • Usul : upaya melalui KDRS, dibuat surat permintaan data pelayanan anak balita ke RS
  • Tanya : apakah Cakupan neonatal dg komplikasi yg ditangani ketinggian (100%) karena DO PKO;  jmlh neonatus sebesar 20 % harus ditemukan dulu.
  • Kasus diare masih terlalu rendah karena swamedikasi cukup tinggi.

Jawab :.

  • DO Komplikasi untuk menemukan kasus, sedangkan penanganan sebesar 100%
  • Melakukan kerja sama dg apotik terdekat utk laporan mengenai pembelian obat diare shg dpt menambah capaian penemuan kasus.

 

Bu Dyah (Ka Pusk Jetis I)

  • dari IKU Bupati, Indikator penunjang dan RKPD kelihatan tdk menyambung
  • Saya berharap adanya suatu wadah “ember besar” indicator dan target yang nantinya disyahkan oleh kepala dinas, dan bisa digunakan sebagai acuan Puskesmas.
  • Semua indicator yang digunakan oleh programmer bisa dimasukkan dlm “ember besar” ini.

Jawab :

  • IKU dimasukkan dalam RPJMD, kemudian dijabarkan lebih detil dalam Renstra dan setiap tahun dalam RKPD terkait dengan pengusulan anggaran
  • Kesempatan pertemuan hari ini merupakan rangkaian upaya menyusun seluruh indicator dan targetnya, yang nantinya disyahkan oleh kepala dinas.

 

  1. Paparan Indikator di Bidang Yankes oleh dr.Bintarta Heru S, M.Kes (Kabid Yankes)
  • AKI ditahun 2015 masih menggunakan renstra 70 % : ditahun berikutnya bisa dirubah sesuai kesepakatan. Rencana tahun 2016, AKI sebesar 99%.
  • Prevalensi balita gizi buruk 2014 : 0,38 2015 : 043 2016 : 0,38,2017 : 0,37, 2018 :0,36, 2019 :0,35
  • Di pusat muncul baduta stunting, sehingga Bantul juga memunculkan hal yang sama.
  • Prevalensi BBLR ditentukan dibawah 5 %, ini merupakan PR kita bersama
  • Prevalensi bumil KEK direnstra blm msk shg ditentukan 9,5 %
  • Anemi di kabupaten bantul tertinggi walaupun angka sdh turun
  • Protein di ibu hamil dalam survei masih rendah protein. Kegiatan PMT Bumil KEK terus berjalan.
  • Jmh pusk terakreditasi target dari 2014-2019 sebesar 0 (baseline 2014),berikutnya 9,12,27,27,27 (PR bersama). DO Akreditasi adalah yang sdh disertifikasi Akreditasi oleh badan yang ditunjuk kemenkes.
  • Bumil KEK mendapat PMT :Apabila daerah tdk mampu akan di ampu pusat

 

  1. Paparan Indikator di Bidang PMK oleh dr.Pramudi D, M.Kes (Kabid PMK)
  • Indikator dan target terbagi dalam 3 seksi, yaitu : P2, Surveilens dan Kesling.
  • Kusta mengacu Renstra yg baru angka 50 %
  • Indikator penyembuhan TB pada tahun 2019 sebesar 90%
  • Indikator PTM.. ada Prevalensi tekanan darah tinggi, pemeriksaan IVA dan juga dideteksi dini kanker serviks dan kanker payudara serta sekolah yg melaksanakan KTR
  • Indikator tersebut diperoleh dari pencatatan puskesmas (yg berkunjung)
  • Melakukan STBM sdh semua desa, cuma deklarasi yg blm. Semua desa dengan potret dari salah satu dusun.
  • Jumlah sampel air yg diperiksa dari sumber PDAM
  • Puskesmas selama ini tdk punya data PIRT, diharapkan regulasi dapat menginfokan ke Puskesmas data tersebut untuk diketahui dan masuk dalam pembinaan di Puskesmas
  • Rumah sehat dan jamban direnstra pusat dihilangkan, TPM dan TTU skrg ada
  • Angka kematian DBD masih  0,88 %, yaitu kondisi <1% dan angka kesakitan malaria masih import

 

 

Diskusi :

Bu Dyah : bgmn manajemen indicator dan target tsb, ada indicator yang dulu ada, tp sekarang dihilangkan. Contohnya rumah sehat dan jamban sehat.

Jawab :

Dalam Renstra Kemenkes tidak ada, sehingga secara perlahan kegiatan ini dikurangi. Indikator ini digunakan juga untuk data di Kabupaten.

 

  1. Paparan Indikator di Bidang PMS oleh Sidiq Rohadi,SE, MM (Kabid PMS)
  • Indikator PHBS, apakah kita mau pake komposit dengan hasil capaian yang relative sulit dicapai atau mnggunakan indicator komposit yang sulit untuk dicapai?
  • Jumlah Desa yg menggunakan dana desa untuk kesehatan minimal 10 desa, kesepakatan kita berapa dan bagaimana upaya meraihnya ?
  • 3 desa bergeser ke purnama dan mandiri
  • Posyandu balita strata purnama dan mandiri 2014 : 66, 68,70, 75, 80
  • Mohon masukan apa bisa ditambah atau dikurangi

 

  1. Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut oleh Ka Sub Bag Program.
  • Hasil pertemusn hari ini, indicator dan target kinerja di Kab. Bantul, akan di syahkan oleh Puskesmas dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan indicator Renstra ataupun indicator dalam akreditasi Puskesmas.
  • Perlu diskusi dan kesepakatan bersama. Pembagian kelompok diskusi sbb:

 

Kelompok B (PMS – PMK)

  1. PMS - PMK
  2. Ka Pusk Jetis I
  3. Ka Pusk Srandakan
  4. Ka Pusk Dlingo II
  5. Ka Pusk Sewon I
  6. Ka Pusk Kasihan II
  7. Ka Pusk Pleret
  8. Ka Pusk Pandak II
  9. Kabid PMK
  10. Ka Si Kesling
  11. Kabid PMS
  12. Ka Si Promkes

Kelompok A (Yankes – SDK)

 

  1. Ka Pusk Jetis II                                                                      
  2. Ka Pusk Imogiri I
  3. Ka Pusk Pajangan
  4. Ka Pusk Piyungan
  5. Ka Pusk Bambanglipuro
  6. Ka Pusk Sanden
  7. Kabid Yankes
  8. Ka Si Gizi
  9. Ka Si KIA
  10. Ka Si Yankesdasru
  11. Kabid SDK
  12. Ka Si Regulasi

 

  • Kelompok berdiskusi dengan format yang sudah disediakan

Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 (RPJPK 2025, pada Renstra Kemenkes) adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat yang ditunjukkan oleh : 

  1. meningkatnya Umur Harapan Hidup,
  2. menurunnya Angka Kematian Bayi,
  3. menurunnya Angka Kematian Ibu,
  4. menurunnya prevalensi gizi kurang pada balita

 

No

Sasaran

Indikator Outcome

Satuan

Cara Penghitungan

Status Awal  (2014)

2015

2016

2017

2018

2019

Target

2020

 

  • Diskusi akan dilanjutkan pada pertemuan penyusunan IKU berikutnya, pasca lebaran.
  • Hasil pertemuan ini akan di share ke Puskesmas yang hari ini dihadirkan, silakan untuk mengomentari dan membuat masukan buat indikator dan target kinerja tersebut.
  • Pertemuan ditutup pada pukul 14.10 WIB dengan doa bersama.

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat