Berita

Evaluasi Sirkesnas di Bantul Tahun 2016

Selasa Pahing, 21 Juni 2016 08:36 WIB 2771

foto

Secara umum pelaksanaan Sirkesnas 2016 di wilayah DIY berjalan dengan baik dan tidak ditemui kendala yang berarti. Pengumpulan data dilakukan pada 4 kabupaten Kulon Progo, Bantul, Gunung Kidul dan Sleman. Dari 4 kabupaten tersebut diambil 10 kecamatan sebagai berikut : Kulon Progo (Sentolo dan Temon), Bantul (Kasihan dan Bantul), Gunung Kidul (Nglipar dan Tanjungsari) dan Sleman (Pakem, Kalasan, Mlati dan Gamping). Pengumpulan data di lapangan dilakukan oleh enumerator yang sudah mendapatkan pelatihan selama 7 hari sebelum turun ke lapangan. 
Sirkesnas tahun ini akan menghasilkan informasi terkini tentang pencapaian indikator pembangunan kesehatan secara nasional, diperoleh informasi mengenai kesenjangan (gap) antar indikator dan antar wilayah sehingga dapat dialokasikan peran yang lebih spesifik dan tajam untuk memberikan daya ungkit (leverage) atas pencapaian target indikator kesehatan. Selain tujuan diatas kami yakin bahwa survei ini juga akan memberikan manfaat dalam hal penyediakan data untuk menilai pencapaian indikator pembangunan kesehatan dalam Renstra Kementerian Kesehatan 2015-2019 dan RPJMN 2015-2019 secara nasional dan wilayah. Secara spesifik memungkinkan pemerintah merancang intervensi dan menyusun program untuk pencapaian target indikator kesehatan secara lebih optimal.

Pemanfaatan data dan informasi hasil Sirkesnas ini nantinya menjadi penting dan strategis bagi penyelenggaraan pengambilan keputusan, karena dalam proses pengambilan keputusan mulai dari penyusunan rencana, penggerakan pelaksanaan, monitoring sampai dengan evaluasi terkait dengan program kesehatan tentu membutuhkan data dan informasi yang cepat, tepat dan up to date berdasar keadaan bukti di lapangan (evidence base), yang bisa dihasilkan dari kegiatan survei ini. 

Pelaksanaan pengumpulan data di lapangan akan berakhir pada minggu ini, dari pelaksanaan pengumpulan data di lapangan yang dilakukan di Kabupaten Bantul, mendapatkan supervisi dari BPS Pusat, Tim Teknis Badan Litbangkes dan Penanaggungjawab Teknis Provinsi. Supervisi berlangsung pada tanggal 30 Mei 2016 di Kecamatan Kasihan Bantul. Pada supervisi ini BPS mendapat masukan dan data terkait sampel yang memang sudah disiapkan sebelumnya oleh BPS. Di lapangan tentunya ada beberapa kendala terkait dengan blok sensus yang harus dilakukan wawancara untuk pengumpulan data. Pemilihan blok sensus dan sampel rumah tangga yang disiapkan oleh BPS tentunya sudah melalui kaidah dan metodologi sesuai kaidah statistik.


Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat