Berita

Jumantik Mandiri Keluarga (JMK) Sebagai Upaya Penanggulangan DBD di Bantul

Selasa Pahing, 30 Maret 2010 10:24 WIB 3388

DBD merupakan penyakit endemis di DIY termasuk di Kabupaten Bantul. Tahun 2009 kasus DBD di Bantul sebanyak 589 kasus dengan kematian 2 orang. DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat nyamuk aedes aegeypti dan aedes albopictus. Siklus Nyamuk ini dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa adalah 7-10 hari. Penanggulangan DBD yang paling efektif untuk memutus mata rantai penularan dan memberantas nyamuk adalah dengan menggunakan Pemberantasan Sarang Nyamuk(PSN) dengan 3M (Menguras, Mengubur dan Menutup). Kegiatan inovasi sudah dilakukan salah satunya dengan pembentukan Jumantik RT di wilayah yang endemis DBD, hasilnya adalah adanya penurunan kasus DBD di wilayah yang ada Jumantik RTnya. Prinsip dari penanggulangan DBD adalah PSN yang efektif dan efisien, sehingga di Bantul mulai dirintis Jumantik di masing-masing keluarga, dengan nama Jumantik Mandiri Keluarga (JMK). JMK terdiri atas personil dalam satu keluarga yang tugasnya adalah melakukan pemantauan jentik dan pembasmian nyamuk secara kontinyu di rumah masing-masing dan dilakukan secara mandiri. Seperti disampaikan drg. Maya Sintowati Pandji, MM (Kabid PMK Dinkes Bantul), dengan adanya JMK diharapkan Angka Bebas Jentik di Bantul lebih dari 95%. Untuk itu perlu partisipasi dari segenap komponen masyarakat dan berbagai pihak untuk mendukung kebijakan penurunan potensi penularan DBD di masyarakat dan penurunan kasus DBD dan kematian akibat DBD di Bantul

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat