Berita

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Undang Seluruh Petugas P-care dan Prolanis se-Kabupaten Bantul

Jumat Kliwon, 31 Maret 2017 13:24 WIB 3014

foto
Diah Pangesti Utami,SKM, M.Se selaku Kasie Yankestrad Dinas Kesehatan Bantul (Kiri), Army Maria Ulfa selaku Kepala Unit MPKP BPJS Yogyakarta (tengah) dan Budi, Staff MPKP BPJS Yogyakarta (kanan), saat memaparkan materi di depan para petugas P-care dan Prolanis pada Kamis, 30 Maret 2017 di Aula Medika. Promkes/YA

Bantul, Promkes-Kamis ini (30/3), Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Tradisional (Yankestrad) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul bersama BPJS Cabang Yogyakarta menggelar Wrokshop Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP). Acara yang diikuti oleh seluruh petugas P-Care dan Prolanis (Program Pengolaan Penyakit Kronis) se-Kabupaten Bantul ini diselenggarakan di Aula Medika. Tujuanya adalah sebagai sarana peningkatan kompetensi dan evaluasi performa pelayanan petugas P-care dan Prolanis di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kabupaten Bantul.

Baca: Wrokshop Kesesuaian Puskesmas dengan Permenkes Nomor 75 Tahun 2014

"Penerapan KBKP pada dasarnya merupakan komitmen pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan," jelas Army Maria Ulfa selaku Kepala Unit Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer (MPKP) BPJS Yogyakarta.

"Di era JKN-KIS, kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh FKTP sangatlah penting, mengingat FKTP merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kesehatan, sekaligus sebagai gatekeeper pelayanan kesehatan." ujar Diah Pangesti Utami,SKM, M.Se selaku Kepala Seksi (Kasie) Yankestrad Dinas Kesehatan Bantul. Ia juga menegaskan kualitas FKTP harus ditingkatkan, guna menurunkan angka rujukan, sehingga tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit. Karenanya, dibutuhkan komitmen pelayanan oleh FKTP, yang berdampak kepada kapitasi yang disesuaikan dengan indikator kinerja yang meliputi, Angka Kontak Komunikasi, Rasio Rujukan Rawat Jalan Non spesialitik, dan rasio Peserta Prolanis Rutin yang berkunjung ke FKTP.

Aspek Angka Kontak Komunikasi merupakan indikator untuk mengetahui tingkat aksesabilitas dan pemanfaatan pelayanan primer di FKTP oleh peserta berdasarkan jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per nomor identitas peserta. Rasio Rujukan Rawat Jalan Non Spesialtik merupakan indikator untuk mengetahui kualitas pelayanan di FKTP. Terakhir aspek Rasio Peserta Prolanis rutin berkunjung ke FKTP adalah indikator untuk mengetahui kesinambungan pelayanan penyakit kronis yang disepakati oleh BPJS Kesehatan dan FKTP terhadap peserta Prolanis.

Terdapat indikator tambahan bagi Puskesmas berupa Rasio Kunjungan Rumah. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui penyelenggaraan kegiatan promotif di Puskesmas. Nantinya jika target indikator KBKP tercapai bahkan melebihi target yang ditentukan, Puskesmas kan memperoleh kompensasi dalam bentuk pelatihan atau seminar untuk meningkatkan kompensasi dan performa Puskesmas. (YA)

Baca Juga: Bidang SDK Dinkes Gelar Evaluasi Penilaian Angka Kredit (PAK) Jabatan Fungsional Kesehatan



Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat