Berita

Evaluasi Kader Kesehatan Pondok Pesantren Se Kabupaten Bantul 2017

Kamis Wage, 4 Mei 2017 07:54 WIB 2981

foto
Dra. Ninik Istitarini, Apt., MPH Seketaris Dinas Kesehatan saat foto bersama dengan para pemenang Evaluasi Kader Kesehatan Pondok Pesantren se-Kabupaten Bantul 2017da juri, pada 3 Mei 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Kondisi bersih dan sehat menjadi keharusan di lingkungan pondok pesantren. Tujuannya agar para santri, pengasuh dan seluruh keluarga besar pondok hidup sehat. Olehkarena itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul pada Rabu ini (3/5) mengadakan “Evaluasi Kader Kesehatan Pondok Pesantren se-Kabupaten Bantul 2017”.

Acara yang diselenggarakan di Hall Husada Dinkes Bantul ini diikuti oleh 58 santri dan santriwati.  

“Kader kesehatan pondok pesantren disini dibedakan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama merupakan kelompok anak-anak dengan usia 10-15 tahun dan kelompok kedua merupakan kelompok remaja dengan usia 16-19 tahun” ujar Sri Sudewi, ST. M.PH Kepala Seksi Promosi dan Kesehatan Masyarakat selaku penyelenggara kegiatan ini.

Kegiatan kali ini dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Dra. Ninik Istitarini, Apt., MPH. Dalam sambutanya ia mengungkapkan bahwa kader pindok pesantren merupakan asset yang dimiliki oleh masyarakat dalam rangka menyehatkan lingkungan masyarakat khususnya dilingkungan pindok pesantren.

“Adik-adik semua adalah aset bangsa, aset masyarakat dan tentunya aset pondok pesanteren. Kami harap kalian memiliki kemampuan dan kemauan untuk melakukan hidup sehat dan menularkan pengetahuan dan semangat cinta kebersihan kepada teman-teman lain di pondok pesantren,” ujar Ninik.

Para santri peserta evaluasi kader kesehatan pondok pesantren kali ini di seleksi dalam tiga tahap. Seleksi pertama merupakan seleksi tertulis, dimana peserta diberi waktu 9o menit untuk mengerjakan soal pilihan ganda dan essay. Seleksi kedua merupakan seleksi wawancara. Seleksi wawancara ini diikuti oleh 10 santri yang mendapatkan nilai tertinggi di seleksi pertama. Dalam seleksi wawancara ini peserta harus melalui 6 meja dengan materi berbeda-beda pada setiap mejanya. Terakhir Seleksi penyuluhan, dari seleksi ini akan terpilih 5 kader kesehatan remaja pondok pesantren terbaik.

Dari seluruh tahapan seleksi yang diselenggarakan terpilih pemenang. Pemenang untuk kelompok usia 16-19 th adalah Lussy Diah Hapsari dari PP An-Nur(Juara I), Dyiah Ayu Lestari dari PP Madania Bantul (Juara II), Hanin Shafia dari PP Madania Bantul (Juara III), Evi Dwi Jayani dari PP Al-Furqon Sanden (Juara IV) dan M Abdul Gofur dari Al Imdad (Juara V). sedangkan untuk kelompok 10-15 tahun pemenangnya adalah Faliha Laila Z dari MBS Pleret (Juara I), Fanin Rahmasari dari PP Al-Furqon Sanden (Juara II), Eka Nur Anggraeni dari Madani (Juara III), Larashati Eka Charisma dari PP Al-Furqon Sanden (Juara IV) dan Putri Nur Ainningtyas dari PP An-Nur (Juara V).

“Kami harap, mereka yang terpilih akan menjadi duta kesehatan remaja. Dimana mereka adalah pioneer kesehatan membantu menyelesaikan masalah kesehatan dilingkungan tempat tinggalnya, khususnya pondok pesantren,” kata Sri Sudewi. (YA)

Baca: 1200 Guru Bantul Deklarasi Hidup Sehat di Kampanye Germas



Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat