Berita

Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Penyakit DBD

Rabu Legi, 9 Agustus 2017 13:51 WIB 4750

foto
Peserta “Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Penyakit DBD" di Aula Medika Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul pada Selasa, 8 Agustus 2017. Dinkes/YA

Bantul. Dinkes- Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menggelar “Monitoring dan Evaluasi Pengendalian Penyakit DBD"", Selasa (8/8). Kegiatan yang di selenggrakan di Aula Medika Dinkes Bantul ini diikuti oleh petugas pengendalian penyakit 27 Puskesmas Se-Kabupaten Bantul. Kegiatan ini merupakan sarana pemantauan data DBD dan angka bebas jentik di Kabupaten Bantul serta upaya pengendaliannya.

dr. Pramudi D., M.Kes Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul dalam pembukaannya menyampaikan bahawa kasus DBD di bantul mengalami trend menurun. Hal ini berdasarkan data kasus yang terjadi di Kabupaten Bantul jumlah kasus lebih rendah dibanding angka kasus pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Dari awal tahuh ini hingga Agustus 2017 tercatat ada 451 kasus, dan yang meninggal ada dua orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalaian Penyakit  Dinkes Kabupaten Bantul. dr. Pram juga mengingatkan agar masyarakat untuk melaksanakan PSN dan tidak mengandalkan fogging untuk mengendalikan DBD.

Menurut dr Sri Wahyu Joko Santoso Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Bantul jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun lalu, hingga mei tercatat 5 orang meninggal di tahun 2016 dengan jumlah kasus 2.442 kasus. Sehingga perlu adanya kerja keras dari petugas puskesmas. Karena kasus DBD menjadi salah satu indicator kinerja utama bagi Dinkes.

Dalam acara ini dr. Joko menyampaikan tentang kebijakan Pengendalian Arbovirosis berdasarkan kebijakan nasional. Pengendalian Arborvisosis tersebut mencakup 9 kegiatan yaitu seurveilans kasus & vector, penemmkuan & tatalakasan kasus, pengendalian vector, peningkatan perasn sertya masyarakat, SKD & penanggulangan KLB, penyuluhan, kemitraan & jejaring kerja, capacity building & penelitian, dan terakhir monev.

dr oky juga menegaskan kepada pada peserta dalam melaksanakan program pengendalian arbovisosis tersebut harus memperhatikan Prioritas Nasional Program P2 Arbovirosis dan 3 pilar pengendalian arbovirosis. Gerakan jumantik, penguatan diagnosis dini & tatalaksana kasus yang tepat serta vaksinasi.

 “Namun, memang tidak hanya dari puskesmas maupun Dinkes dalan penanganan DB namun perlu kerja sama semua pihak termasuk masyarakat. Agar tetap waspada dengan memperhatikan lingkungan pembarantasan sarang nyamuk(menguras, mengubur dan menutup) . Dinkes/YA

Baca: Ingat, Imunisasi Measles Rubella (MR) Serentak digelar Agustus-September 2017



Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat