Berita

Peningkatan Kapasitas Petugas dan Evaluasi Program Penularan Ibu ke Anak (PPIA), Dinkes Undang Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator se-Kabupaten Bantul

Rabu Pon, 25 Oktober 2017 15:03 WIB 3752

foto
Memperhatikan dengan seksama paparan dr. Pramudi D., M.Kes Kepala Bidang P2P tentang Kebijakan PPIA di Kabupaten Bantul, pada Selasa 24 Oktober 2017. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Ibu hamil adalah salah satu dari populasi yang beresiko tertular HIV/AIDS, Hepatitis, Sifilis dan TB. Potensi penularan HIV ke bayi melalui kehamilan sebesar 5-10%, persalinan sebesar 10-20% dan menyusui sebesar 10-15%. Jadi kemungkinan atau potensi seorang ibu hamil menularkan HIV pada bayinya sebesar 25-45%. Selain itu prevelensi Hepatitis di Indonesia cukup tinggi yaitu ≥8% dari populasi. Sehingga perlu dilakukan kegiatan DDHB (Deteksi Dini Hepatitis B) pada Ibu hamil agar bayi yang lahir segera mendapat imunisasi setelah lahir. 

“Data yang masuk tahun 2017 hingga September di Kabupaten Bantul, ada satu kasus AKI (Kematian Ibu) yang disebabkan oleh AIDS dari 14 ibu hamil dengan HIV Positip, 21 Bumil dengan IMS dan 152 Bumil dengan Hepatitis positif” ujar dr. Sri Wahyu Joko Santoso Kepala Seksi P2PM Dinkes Kabupaten Bantul. Ia mengungkapkan hasil capaian tersebut belum mencakup semua Bumil, karena kemungkinan masih ada layanan yang belum melaksanakan ANC terpadu secara optimal. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hasil cakupan tersebut yaitu ibu hamil belum bersedia di lakukan pemeriksaan serta bumil belum menyadari gejala dari penyakitnya.

Oleh karena itu perlu diadakan kegiatan pertemuan peningkatan kapasitas petugas dan evaluasi program pencegahan dan penularan ibu ke anak (PPIA) bagi Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator se-Kabupaten Bantul. Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Koperasi Adil Kabupaten Bantul pada Selasa, 24 Oktober 2017 juga mengundang petugas dan pelayan PPIA di Puskesmas namun juga 2 Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Bantul yaitu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati, dan RS Hardjolukito. 

“Dengan kegiatan ini kami harap petugas (Kepala Puskesmas dan petugas pemberi pelayanan PPIA) mendukung akselerasi triple eliminasi HIV, Hepatitis, Sifilis dan TB,” ujar dr Anugrah Wiendyasari,  M.Sc Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga & Gizi). 

Maka dari itu dr. Pramudi D., M.Kes Kepala Bidang P2P menegaskan tugas Puskesmas adalah memberikan pelayanan sesuai standar, melakukan pemeriksaan/rujukan, memastikan pasien datang ke layanan rujukan, melakukan rujuk balik ke fasyankes yang merujuk dan membangun jejaring dengan LSM/KDS untuk mendukung ibu dalam PPIA, serta diingatkan untuk melakukan pencatatan dan pelaporan dari kegiatan PPIA. 

Dr. dr. Diah Rumekti, SPOG (K) salah satu dokter spesialis kandungan yang diundang sebagai narasumber dalam kegiatan ini mengungkapkan kecenderungan inveksi HIV pada Ibu ke anak perlu dicegah dengan PPIA atau PMTCT (Prevention of Mother to Child HIV Transmission) dengan empat prong. Empat prong tersebut adalah mencegah terjadinya penularan HIV pada perempuan usia reproduktif, mencegah kehamilan yang tidak direncanakan pada ibu HIV positif, mencegah terjadinya penularan HIV dari ibu hamil HIV positif ke bayi yang dikandungnya dan memberikan dukungan psikologis, social dan perawatan kepada ibu HIV positif beserta bayi dan keluarganya. 

“Pemberian dukungan psikologis, perawatan medis yang sesuai standar, dukungan sosioekonomis dan dukungan HAM & hukum merupakan upaya perwujudan PMTCT atau PPIA plus” ujar dr Diah. Dinkes/YA

 



Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat