Berita

Optamilasisasi Program ANC Dinkes undang Dokter Gigi se-Bantul

Kamis Pon, 14 Desember 2017 08:37 WIB 2675

foto
drg Dyak Widoyoko dan dr. Rr Anugrah Wiendyasari, M.Sc saat menyampaikan materi di depan para dokter gigi se-Kabupaten Bantul di Hall Husada. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes-Angka Kematian Ibu (AKI) di Bantul tercatat mengalami penurunan pada tahun 2017 ini dibanding tahun 2016. Hal ini dikarenakan optimalisasi berbagai program terkait dengan layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) guna menekankan jumlah kasus kematian ibu.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul hingga awal Desember 2017 Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 7 kasus  dan sebagain besar terjadi pada masa nifas dimana angka kematian tersebut didominasi pre-eklamasi dan pendarahan. Walaupun demikian menurut Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Bantul dr. Anugrah Wiendyasari, M.Sc mengungkapkan terdapat kematian Ibu karena Sepsis akibat infeksi maupun HIV/AIDS.

“Walaupun kasusnya minim, namun kita juga harus atisipasi kematian ibu akibat sepsis diantaranya termasuk infeksi gigi dan mulut,” ungkap dr Anugrah didepan para dokter gigi di Bantul.

Oleh karena itu dalam upaya peningkatan kapasitas program KIA melalui ANC (Antenatal Care)  terpadu atau pemeriksaan kehamilan secara terpadu, Dinkes menyelenggarakan kegiatan “Peran Dokter Gigi & Mulut dalam sukseskan ANC Terpadu”, Selasa (5/11). Kegiatan yang diselenggarakan di Hall Husada Dinkes ini dihadiri oleh 36 peserta yang merupakan perwakilan dokter gigi dan mulut di Puskesmas maupun Rumah Sakit di Kabupaten bantul.

Dalam kegiatan ANC terpadu melibatkan tidak hanya pelayanan KIA tapi juga pelayanan dokter umum, dokter gigi, petugas gizi, dll sesuai kebutuhan ibu hami. Pelaksanaan ANC terpadi ini harus mengacu pada SOP (standar Operasional Pelaksanaan) di masing-masing layanan yang sudah ditetapkan di Puskesmas.

“Hal ini untuk meminimalisir resiko, dan apabila saat pemeriksaan dokter gigi menemukan kasus maka harus dilakukan tata laksana sesuai standar,” ungkap drg Dyak Widoyoko saat menjadi narasumber dalam kegiatan ini.

Ia juga mengungkapkan apabila memang ada kasus yang perlu dirujuk harus secepat mungkin dilakukan rujukan dengan harapan tidak ada kasus kematian ibu dan BLBR karena masalah infeksi gigi dan mulut.

Di akhir pertemuan dr Anugrah mengungkapkan nantinya program pemeriksaan ini tidak hanya diperuntukan bagi ibu hamil namun juga kini sudah ada beberapa pemeriksaan dilakukan kepada calon pengantin.

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementrian Agama, agar peningkatan program KIA ini juga diperuntukan bagi Calon pengantin dan Kemenag sudah sangat membuka masukan sehingga tak hanya imunisasi namun caten di Bantul telah melaukan beberapa pemeriksaan lainnya,” ungkap dr. Anugrah.

Dinkes/YA



Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat