Berita

Dinkes Undang Ibu Hamil dan Pendamping Ikuti Bimtek Deteksi Dini Tanda Bahaya

Selasa Legi, 20 Februari 2018 07:55 WIB 916

foto
Salah satu pendamping diminta menyampaikan pengalamanya sebagai pendamping oleh Dr. Agus widjanarko, SKM. M.Kes
Bantul, Dinkes-Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak menjadi salah satu indikator kinerja utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul. Oleh karenaa itu dalam rangka peningkatan layanan kesehatan Ibu dan Anak Seksi Kesehatan Keluarga & Gizi (Kesga&Gizi) menyelenggarakan “Bimtek Deteksi Dini Kehamilan”. Kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Sidomulyo ini diikuti oleh 48 Ibu Hamil dan pendampingnya. dr. Anugrah Wiendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesga & Gizi mengungkapkan Kematian ibu dan anak saat proses kehamilan dan melahirkan terus menjadi tantangan dalam layanan kesehatan di Bantul oleh sebab itu Dinkes memperdayakan masyarakat untuk mendampingi ibu haamil. Pendamping bertugas untuk membantu memantau dan menjaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Hal senada juga diungkapkan oleh Tritia Widiantara, dr. SpOG, narasumber pertama dalam Bimtek ini mengungkapkan bahwasanya dalam proses persalinan perlu didukung oleh keluarga dan masyarakat sekitar ibu. “Persalinan tidak ada yang bisa terduga kadang juga terjadi sesuatu maka dari itu sebaiknya di dukung oleh orang sekitr dan dalam proses persalinan harus di tempat fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas” ungkap dr Tritia. Kepala Puskesmas Bambanglipuro dr. Glory yang turut hadir dalam kegiatan inu berharap Ibu Hamil diharapkan pernah kontak dengan Puskesmas selama usia kehamilannya untuk mendapatkan pelayanan ANC Terpadu. dr. Tritia menambahkan dalam persiapan persalinan Ibu maupun pendamping harus perhatikan tanda bahaya, tabulin, tempat persalinan, transportasi rujukan, penolong persalinan, calon donor darah, pendamping persalinan dan KB pasca salin. “Keberadaan pendamping bertaugas mengingatkan rutin minun tablet Fe, makan seimbang, memperbanyak minun air putih dan mengingatkan jadwal pemeriksaan kehamilan (ANC),” ungkap Dr. Agus widjanarko, SKM. M.Kes Dosen Poltekes Kemenkes Ia menegaskan bahwasanya selain ibu hamil Pendamping juga diharapkan rajin baca buku KIA agar paham bagaimana perkembangan Kesehatan Bayi dan Ibunya. Masa kehamilan dalam yang baik untuk kesehatan ibu hamil karena akan mempengaruhi pertumbuhan dam perkembangan selanjutnya sampai dewasa.1000HPK merupakan masa penting yang harus diperhatikan. Biasakan konsumsi aneka ragam pangan yang lebih banyak, mengatasi rasa mual dan muntah lanjutkan makan dalam porsi kecil namun sering, biasa mengkonsumsi makanan yang mengandung garam tinggi, minumlah air putih lebih banyak 2-3 liter. Makan 3x sehari. Sebaiknya ada selinganya seadanya yg ada dirumah. “Asupan Gizi yang masuk harus memenuhi variasi bahan makanan berdasarkanstandar WHO yaitu terdiri dari makanan pokok (staple food), protein nabati dan hewani, buah yangkaya vitamin A, produk susu dan turunannya, serta sayur dan buah-buahan lainnya,” papar Agus. Dinkes/YA