Berita

Dinkes Kembali Gelar Penyuluhan Keamanan Pangan Bagi Pelaku Produksi Pangan Industri Rumah Tangga

Selasa Pon, 3 April 2018 13:52 WIB 892

foto
dr. Agus Tri W, M.Kes Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Bantul saat menjadi Narasumber dalam Penyuluhan Keamanan Pangan Industri Rumah Tangga pada Selasa, 3 April 2018 di Aula Medika Dinkes Bantul. Dinkes/YA

Bantul, Dinkes- Sebanyak 50 orang pengusaha makanan/minuman di Bantul mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan Industri Rumah Tangga (PKP-IRT), di Aula Medika Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Selasa (3/4). PKP-IRT ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi Produksi Pangan industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Kepala Seksi Perijinan dan Peningkatan Mutu Dinkes Dra. Arifah Khusnani secara langsung membuka dan memberi pengarahan PKP-IRT kepada para peserta. Dra Arifah menjelaskan berkaitan dengan kebijakan keamanan pangan industry rumah tangga, diantaranya peraturan perundangan industri pangan, perlindungan konsumen, peraturan labelisasi atau kemasan, dan bahan tambahan pangan seperti pengawet dan pemanis buatan.

Selain ituditegaskan juga sebagai daerah Wisata Pedesaan, keberadaan UKM pangan dapat menopang sektor pariwisata di Bantul. Sehingga, keamanan pangan menjadi hal yang penting.

"Kami berharap Penyuluhan ini dapat diserap, diketahui dan dilaksanakan para pengusaha industri pangan di Bantul, sehingga kuliner kita menjadi lebih kuat terjamin,” ujar Dra. Arifah.

Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, diwakili oleh dr. Agus Tri W, M.Kes Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes kabupaten Bantul, menuturkan diklat Penyuluhan keamanan pangan yang diselenggarakan oleh Dinkes Kabupaten Bantul selama satu hari dari pukul 06.00-18.00 WIB ini merupakan salah satu persyaratan untuk memperoleh SPP-IRT.  

Seluruh proses pengajuan dari pendafataran sampai pengajuan izin P-IRT dilaksanakan secara gratis oleh Dinkes Kabupaten Bantul. Selanjutnya, pengusaha dapat menggunakan sertifikat P-IRT (SPP-IRT) di seluruh Indonesia.

"Nantinya, sertifikat ini bisa seperti ijazah, berlaku diseluruh Indonesia. Untuk masyarakat yang ingin mengajukan SPP-IRT, tidak dikenakan biaya apapun di Dinkes Kabupaten Bantul, Tak perlu menyuruh orang atau makelar," ujar Dra. Arifah

Namun peserta yang telah mengikuti PKP -IRT untuk memperoleh sertifikat PKP peserta harus memenuhi syarat yang lain, di antaranya kualitas air yang digunakan harus benar-benar terbebas dari bakteri e-coli dengan melampirkan bukti pemeriksaan kualitas uji air.

"Pengujian kualitas air dilakukan di laboratorium secara mandiri oleh pemohon," ungkap Etty Dwi Riswanti,SKM  yang menyebut kualitas air berhubungan dengan sanitasi dan higienitas pengolahan makanan serta produk yang dihasilkan.

Kegiatan ini sudah dilakukan tiap tahun 4-5 kali terdiri dari 50 orang per kelas. Peserta yang seluruhnya pengusaha pangan dilatih oleh instruktur yang telah memperoleh sertifikat dari BPOM. Dinkes/YA