Berita

Wabup Harap Seluruh Sektor di Bantul Wujudkan Bantul Bebas Stunting

Kamis Pahing, 26 Juli 2018 11:04 WIB 412

foto
Wakil Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih foto bersama dengan para narasumber usai Workshop Penanggulangan Balita Stunting di Hotel Neo Awana pada 23 Juli 2018. DInkes/YA

Bantul, Dinkes-Sebagai upaya permasalahan stunting di Bantul, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Workshop Penanggulangan Balita Stunting di Bantul di Hotel Neo Awana, 23 Juli 2018. dr. Anugrah Wiendyasari, M.Sc Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga & Gizi) dalam hal ini sebagai penyelenggara mengungkapkan tujuan dari kegiatan ini adalah menggalang komitmen dan memastikan seluruh sector yang terlibat permasalahan ini terpapar sehingga rencana aksti intervensi spesifik dan sensitif di Kabupaten Bantul terlaksana dengan baik.

Di Kabupaten Bantul drg Maya Sintowati Pandji, MM Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, mengungkapkan kasus stunting di Kabupaten Bantul pada 2015 12,1%, sedangkan pada tahun 2016 terdapat 10,98% dan pada tahun 2017 menjadi 10,41%.

Ia mengungkapkan banyak faktor yang mempengaruhi capaian stunting khususnya dibidang kesehatan yaitu kualitas pengukuran data, intervensi 1000 Hri Pertama Kehidupan (HPK), Intervensi Sekunder dan Intervensi Tersier.

Untuk itu menangani stunting di Kabupaten Bantul Wakil Bupati Kabupaten Bantul H Abdul Halim mengungkapkan untuk menanggulangi masalah stunting di Kabupaten Bantul, maka seluruh stakeholder harus bersinergi.

“Program upaya penanggulangan atau penurunan stunting ini tidak bias berjalan sendiri oleh teman-teman kesehatan dalam hal ini Dinas Kesehatan, semua dinas harus bergerak, kecamatan hingga desa juga bergerak dan focus untuk upaya investasi masa depan generasi Bantul yang akan datang,” tegas Wabup di depan para peserta Workshop.

Wabup juga menegaskan kepada Camat, Kepala Desa dan Pendamping Desa agar memanfaatkan Dana Desa dalam menanggulangi stunting di Bantul, agar visi dan misi Kabupaten Bantul mewujudkan generasi sehat, cerdas dan sejahtera dapat terwujud.

Hal senada juga diungkapkan oleh Prof.H.Hamam Hadi, MS., Sc.D.,Sp.GK. saat menjadi narasumber dalam workshop. Ia mengungkapkan masalah stunting harus segera di entaskan, karena akan menganggu perekonomian suatu wilayah dalam jangka waktu yang panjang.

"Bangsa yang mempunyai stunting, yang kerdil, itu pasti produktivitasnya rendah. Merusak ekonomi masa depan. Kita tidak bicara hanya hari ini. Kita bicara akibat 20-30 tahun ke depan," tegasnya

Hal ini dijelaskan oleh drg. Inni Hikmatin, M.Kes.Kepala Bidang Kesehatan Masayarakat (Kesmas) Dinkes DIY yang juga menjadi narasumber dalam Workshop kali ini. ia menjelaskan persoalan stunting tidak saja mengganggu pertumbuhan tumbuh anak, tetapi juga dapat menghambat perkembangan kecerdasan serta menimbulkan kerentanan terhadap penyakit tidak menular dan penurunan produktivitas pada usia dewasa. Dinkes/YA