Berita

Bantul Inisiasi Program Dokter Layanan Prima (DLP) di Semua Puskesmas

Selasa Pon, 4 Desember 2018 11:02 WIB 32

foto
dr Fitri Indah Setiyawati, M.Sc,. Kepala Seksi Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Provinsi DIY saat menjadi narasumber di Workshop Penguatan Puskesmas dalam Mendukung Program Dokter Layanan Primer (DLP)

Bantul, Dinkes-Di Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) saat ini upaya kesehatan yang bersifat kuratif diarahkan kepada upaya kesehatan yang lebih bersifat preventif dan promotif sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan untuk mencapai masyarakat sehat yang mandiri. Maka dari itu untuk mengurangi jumlah orang yang sakit dokter di layanan primer (Puskesmas) perlu dikuatkan kemampuan deteksi dini, kompetensi kuratif dan rehabilitasinya. Karena itu, Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melanjutkan penyiapan program DLP yang setara pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

Oleh karena itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyelenggarakan “Workshop Penguatan Puskesmas dalam Mendukung Program Dokter Layanan Primer (DLP)” yang diikuti oleh seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Bantul.

"Tak berarti lulusan pendidikan dasar tak bagus, tapi kompetensi perlu ditingkatkan," kata KRT. Bondan Agus Suryanto, SE,.MA,.AAK dari Fakultas Kedokteran UII saat menjadi narasumber pada “Workshop Penguatan Puskesmas dalam Mendukung Program DLP di Rose In, Senin (26/11).

Ia juga mengungkapkan bahwa Pendidikan DLP ini merrupakan mandat dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Dokter. Menkes melalui surat No.TU.02.01/Menkes/313/2016 tentang Permintaan Mandat untuk Program Pendidikan DLP, Kemristekdikti melalui Ditjen Kelembagaan IPTEK dan Dikti juga akan melakukan percepatan pembukaan prodi DLP pada Fakultas Kedokteran yang telah memenuhi syarat.

"Sedangkan untuk melatih ketrampilan klinik akan terjadwal temu muka secara periodik, terjadwal dan disepakati oleh peserta dan pengajar di Rumah Sakit Pendidikan," ucapnya.

Pada tahun 2035, Indonesia akan memperoleh bonus demografi. Bonus demografi ini tentu akan menjadi ancaman jika tidak diimbangi dengan penguatan kesehatan masyarakat. Menyikapi hal ini, pemerintah berupaya untuk melakukan penguatan pelayanan primer, salah satunya penguatan SDM melalui Dokter Layanan Primer (DLP). Tentunya, sebagai ‘Agent of Change’, selain melakukan tindakan kuratif, Dokter juga harus melakukan tindakan promotif dan preventif untuk mengurangi risiko terjangkitnya penyakit di masyarakat.

Oleh Karena itu menurut dr Fitri Indah Setiyawati, M.Sc,. Kepala Seksi Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan Provinsi DIY di masa depan, DLP sangat dibutuhkan guna meningkatkan sistem layanan kesehatan di Indonesia.

"Layanan primer merupakan dasar dari pelayanan kesehatan. Untuk itu, kita harus kuatkan sumber daya manusianya," ujarnya.

Dyah Pengesti Utami, SKM,.MSE,. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dinkes Kab. Bantul yang juga menjadi moderator dalam workshop tersebut mengungkapkan bahwasanya di Kabupaten Bantul memang pada tahun 2017 baru 6 dokter yang telah dilatih menjadi DLP, namun pihaknya berkomitmen akan meningkatkan kualitas SDM maupun Sarana-prasarana di Puskesmas.

“Tentunya semua dilakukan secara bertahap dan kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sarana prasarana di Kabupaten Bantul agar Bantul bisa menjadi wahana DLP sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berbasis tempat kerja,” ungkap Dyah.

Dinkes/YA