Berita

Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru, Dinkes Kabupaten Bantul Lakukan Kemanan Makanan

Senin Wage, 10 Desember 2018 13:52 WIB 84

foto
Tim Keamanan Pangan saat melakukaan Keamanan Pangan di Pasar Imogiri, Bantul

Bantul, Dinkes- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul melakukan kemanan pangan terhadap beberapa Pasar Tradisional di Kabupaten Bantul dan Toko Serba Ada dan Toko Oleh-Oleh.

“Hal ini dilakukan sebagai upaya memperketat pengawasan dan mengantisipasi kemungkinan kalangan industri pangan yang mencampurkan kandungan zat berbahaya pada makanan hasil produksinya," ujar Sri Rejeki Arum, SKM., M.M. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinkes Kabupatenn Bantul saat melakukan Pemeriksaan Makanan di salah satu Toko di Kretek, Bantul, Kamis (6/12).

Arum menjelasakan, pihaknya juga mengajak lintas sektor terkait Satpol PP Kabupaten Bantul untuk melakukan pengamanan pangan. Petugas Laborat Dinkes memeriksa sampel makanan  yang dijual di Pasar, petugas Seksi Farmakmin yang lain memeriksa syarat makanan kemasan, memeriksa kemanan pangan dari cemaran fisik, kimia dan biologi.

Heru Kepala Seksi Farmasi dan Makanan & Minuman (Farmakmin) menjelaskan, pihaknya akan mendatangi 6 lokasi Pasar Tradisional yang tersebar di wilayah bantul serta 5 Toko Serba Ada. Nantinya, dari 11 lokasi tersebut akan diambil sampel yang diujikan di Lab Air Dinas Kesehaatan kabupaten Bantul.

"Pengambilan sampel ini agar nantinya ada evaluasi, peringatan dan pembinaan sehingga ada perubahan kandungan makanan yang dihasilkan para penjaja makanan tersebut," terangnya.

Diutarakan Heru, untuk pengujian makanan, ada beberapa parameter yang akan digunakan. Seperti kandungan zat pemanis buatan dengan batas berlebih, bakteri makanan maupun bakteri air, kandungan boraks, pewarna tekstil yang digunakan pada makanan, formalin, serta benzoat.

Sampel makanan yang ditemukan dan dicurigai di pasar tradisional diperiksa oleh petugas laborat sedangkan sampel makanan yang membutuhkan alat khusus untuk dilakukan pemeriksaan maka akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaaan lanjutan.

"Jika ada makanan yang teridentifikasi mengandung zat berbahaya, kami akan memberikan peringatan agar pelaku industri yang bersangkutan menarik dan memusnahkan produknya. Pastinya, makanan dengan kandungan berbahaya harus ditarik dari peredaran karena akan membahayakan masyarakat," tegas Heru. Dinkes/YA