Berita

Kasus Covid-19 Meningkat Jadi Alasan Kabupaten Bantul Dipilih Debagai Wahana PIDI Angaktan II Tahun 2020

Selasa Kliwon, 19 Mei 2020 10:16 WIB 162

foto
Drs. Helmi Jamharis, MM saat memberikan sambutan

Bantul, Dinkes-Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menerima 30 peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan II Tahun 2020 di Pendopo Manggala II, Komplek Pemda II Kabupaten Bantul (18/5). Kabupaten Bantul dipilih sebagai tempat penugasan PIDI yang akan ditugaskan di 2 RS di Kabupaten Bantul dan 12 Puskesmas.

“saat ini kita semua sedang diuji dengan pandemi Covid-19 yang menjadi permasalahan bagi kita semua. Kita masih bersama-sama berjuang melawan Covid-19 karena di Kabupaten Bantul belum menunjukan tanda-tanda penurunan,” kata Pak Sekda.

Drs. Helmi Jamharis, MM memberikan apresiasi terhadap kehadiran para dokter ini karena sangat membantu kinerja dari rumah sakit dan puskesmas yang menjadi tempat kerja dimana saudara sekalian akan mengabdikan diri.

“Saya mewakili Pemerintah Sekretaris Kabupaten Bantul menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan melalui PIDI Pusat yang masih memberikan kepercayaan kepada Kabupaten Bantul untuk menjadi menjadi tempat pelaksanaan program tersebut di masa pandemi Covid-19,” pungkas Helmi Jamharis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul dalam laporan dan arahanya, Agus Budiraharja, M.Kes mengungkapkan bahwa yang paling utama adalah wajib memberikan Alat Pelindung Diri (APD) untuk dipenuhi, dalam memberikan pelayanan kesehatan, ditengah masa pandemic Covid-19 ini.

Terakhir, dirinya berpesan bagi para dokter Internsip agar menjalankan tugas sesuai ketentuan, serta beradaptasi dengan budaya setempat, memiliki komunikasi yang baik dengan wahana dan jajaran pemda setempat.

Mengenai lamanya pelaksanaannya program ini 30 peserta dibagi menjadi dua tim, Tim A berisi 20 peserta yg ditempatkan di RS Panembahan Senopati dan 8 Puskesmas. Tim B berisi 10 peserta yang akan ditempatkan di RS Hardjolukito dan 4 Puskesmas.

“Mereka akan terjun ke lapangan minimal selama 6 bulan dengan sistem rolling 3 bulan di Rumah Sakit dan 3 bulan di Puskesmas,” jelas Agus Budiraharja.

Penulis: Yekti A
Edittor: Dyah Pangesti U


Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat