Berita

Alokasi Danais Bidang Kesehatan di Kabupaten Bantul Tahun 2020

Jumat Pahing, 18 September 2020 14:49 WIB 74

foto
Rapat Koordinasi pembahasan pelaksanaan pelayanan kesehatan tradisional dan komplementer di 5 Puskesmas

Bantul, Dinkes – Dikutip dari laman resmi kementrian keuangan, Jumat (11/9), Provinsi DI. Yogyakarta (DIY) memperoleh Dana Keistimewaan DIY dialokasikan sesuai amanat pasal 42 undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dana Keistimewaan DIY adalah dana yang berasal dari APBN yang dialokasikan untuk mendanai kewenangan istimewa dan merupakan baguan dari dana transfer ke daerah dan dana desa. Dana Kestimewaan DIY digunakan untuk mendanai kewenangan tambahan tertentu yang dimiliki oleh Daerah Istimewa Yogyakarta selainwewenang yang ditentukan dalam undang-undang Pemerintah daerah.

Kewenangan tersebut antara lain kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, tata dan tata cara pengisian jabatan, kedudukan, tugas dan wewenang Gubernur dan Wakil gubernur DIY. Sementara itu ketentuan lebih lanjut mengenai kewenangan dalam urusan keistimewaan diatur dengan Perda Istimewa (Perdais) yang dibentuk oleh Gubernur dan DPRD DIY.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada Tahun 2010 ini untuk pertama kalinya mendapat alokasi Danais untuk mendanai kegiatan Pelayanan Kesehatan Tradisional dan Komplementer di 5 Puskesmas dan terbentuknya 5 Dusun Percontohan Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional. Lima Puskesmas ini adalah (1) Puskesmas kasihan II dengan Dusun Percontohan di Dusun Glagah Kidul, (2) Puskesmas Imogiri I dengan Dusun Percontohan di Dusun Dukuh, (3) Puskesmas Sedayu I dengan Dusun Percontohan di Dusun Watu, (4) Puskesmas Jetis II dengan Dusun Percontohan di Dusun Kiringan, dan (5) Puskesmas Banguntapan II dengan Dusun Percontohan di Dusun Padokan Lor.

“Alokasi anggaran Danais untuk pelayanan Kesehatan tradisional ini pada tahun 2020 kami fokuskan ke 5 Puskesmas dengan 5 Dusun Percontohan”, ungkap Agus Budiraharja, SKM. M.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

Dyah Pangesti Utami, SKM. M.SE Kepala Seksi yankesdastrad menambahkan bahwasanya implementasi pelayanan kestrad dan komplementer ini tak hanya dilakukan di dalam Gedung yang berupa layanan Akupresure, Akupuntur, Pijat Bayi, Meditasi serta Ramuan Obat Tradisional/Jamun amu juga implementasi dan pembinaan serta pendampingan pada masyarakat berupa pengembangan dusun dengan asuhan mandiri Kesehatan tradisional.

Ia menambahkan pada dasarnya di Kabupaten bantul rintisan puskesmas dengan pelayanan Kesehatan tradisional komplementer telah dialsanakan sejak tahun 211 di Puskesmas Kasihan II dengan dukungan anggaran dari Pemerintah Pusat, tetapu karena terbatasnya anggaran Pemda bantul serta anggaran yang ada juga lebih diperioritaskan untuk pelayanan Kesehatan konvensional maka rintisan tersebut sulit untuk dilanjutkan dan dikembangkan di puskesmas yang lainnya. Sehingga harapannya ke depan Danais bisa mensupport pengembangan pelayanan Kesehatan tradisional di lebih banyak Puskesmas yang ada di Kabupaten Bantul.

Penulis: Yekti A
Edditor: Dyah Pangesti Utami, SKM.M.SE


Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat