Berita

Tim Dinas Kesehatan Kab.Bantul mengikuti simulasi gempa dan tsunami tahun 2013

Selasa Legi, 3 Desember 2013 11:13 WIB 2845

Bantul, Sabtu (30/11/2013)- Lebih dari Seribu orang masyarakat Kabupaten Bantul di wilayah pesisir pantai selatan yang ada di Kecamatan Sanden dan Kretek mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami. Sedikitnya warga di 3 desa dalam 2 Kecamatan itu beramai-ramai ikut serta dalam latihan evakuasi menuju tempat evakuasi akhir di Lapangan Desa Srigading Sanden. Dinas Kesehatan mengerahkan 7 tim Puskesmas (Pusk.Kretek, Pusk.Sanden, Pusk.Imogiri I, Pusk. Pandak I, Pusk. Pundong, Pusk. Bambanglipuro, Pusk.Srandakan) dan 3 tim Rumah Sakit (RS.Panembahan Senopati, RS.PKU Muhammadiyah Bantul, RS. St.Elizabeth Bantul) untuk mensukseskan acara simulasi ini. Seperti yang dikatakan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kab.Bantul, dr.T.Bintarta, HS, M.Kes, Sabtu (30/11/2013), “simulasi ini diinisiasi dan dikoordinir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, melibatkan para pemangku kepentingan terkait penanganan bencana. Dinas Kesehatan adalah salah satu komponen yang berperan sangat penting dalam simulasi ini. Koordinasi yang baik, serta penanganan yang cepat dan tepat korban bencana merupakan target kita ”. Latihan ini berlangsung selama 2 jam dan dinilai berjalan sukses tanpa halangan. "Kita sebagai tenaga Kesehatan tidak boleh lengah dan harus selalu fokus pada kesiapsiagaan bencana, karena seperti kita ketahui Kabupaten Bantul ini sering sekali menghadapi ancaman bencana. Salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan simulasi," ujar Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan Dinkes Bantul, dr.Karmijono PW. Dalam latihan ini, warga mensimulasikan proses evakuasi jika terjadi gempa berkekuatan 8 Skala Richter (SR) yang diikuti oleh tsunami. Sesuai instruksi, sekitar 1000 warga berlari menuju ke 4 tempat evakuasi sementara dan 1 tempat evakuasi akhir untuk pengungsian dengan cepat dan tertib. Terdapat sekitar 200 orang yang berperan sebagai korban, baik meninggal, luka berat dan luka ringan. Korban luka-luka ini dipilah menurut kegawatannya. Luka ringan ditangani di tempat evakuasi sementara, sedangkan luka berat dirujuk ke Rumah Sakit Lapangan yang ada di Tempat Evakuasi Sementara di Lap.Desa Srigading, ada pula yang dirujuk ke Rumah Sakit bagi yang tidak bisa ditangani di RS.Lapangan. Diketahui bahwa pada tahun 2006 lalu, gempa bumi dahsyat melanda Bantul. Walau gempa ini tidak memicu gelombang tsunami, namun menewaskan lebih dari 4000 orang, banyak korban cacat dan menimbulkan kerusakan yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Sejak saat itu, Dinas Kesehatan telah menyusun berbagai rencana kontijensi maupun Standar Operasional Prosedure (SOP) dalam rangka kesiapsiagaan dan kewaspadaan adanya bencana seperti gempa,tsunami, banjir bandang, maupun longsor yang bisa datang sewaktu-waktu.

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat