Berita

RAPAT PERSIAPAN LOMBA KADER KESEHATAN REMAJA (KKR) KABUPATEN BANTUL 2014

Ahad Kliwon, 6 April 2014 14:58 WIB 3374

Kelompok usia remaja yaitu penduduk dalam rentang usia 10 – 19 tahun (menurut WHO), di Indonesia memiliki proporsi kurang lebih 1/5 dari jumlah seluruh penduduk. Sebagai generasi penerus, kelompok ini merupakan aset atau modal utama sumber daya manusia bagi pembangunan bangsa di masa yang akan datang. Kelompok remaja yang berkualitas memegang peranan penting didalam mencapai kelangsungan serta keberhasilan tujuan pembangunan nasional. Masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan pesat baik fisik, psikologis maupun intelektual. Pola karakteristik pesatnya tumbuh kembang ini menyebabkan remaja dimanapun ia menetap, mempunyai sifat khas yang sama yaitu mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung resiko atas perbuatannya tanpa didahului pertimbangan yang matang. Remaja menjadi kelompok yang rawan untuk menjadi korban penyalahgunaan NAPZA dan infeksi HIV/AIDS. Permasalahan remaja yang lain seperti hubungan seks pranikah dikalangan remaja, kehamilan tidak diinginkan, merokok, minum alkohol, tawuran makin marak terjadi. Hal ini merupakan resultan dari sifat khas remaja, pengetahuan remaja tentang kesehatan, nilai moral yang dianut dan kondisi lingkungan yang kondusif . Masalah tersebut apabila tidak ditanggulangi dengan sebaik-baiknya, bukan hanya masa depan remaja yang suram, akan tetapi masa depan bangsa juga akan hancur. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas remaja adalah dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR), termasuk kualitas dalam memberikan pelayanan dan konseling kepada remaja. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) remaja di sekolah. Dalam kegiatan ini para siswa di ajak untuk berdiskusi secara kelompok dan bebas mengungkapkan pendapatnya secara spontan tentang suatu topik tertentu. Topik yang diangkat adalah Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya, Kehamilan Tidak Dikehendaki, NAPZA, IMS dan HIV/AIDS. Dari kegiatan FGD tersebut kemudian terbentuk Kader – kader kesehatan Remaja di SMP dan SMA. Remaja biasanya merasa malu atau sungkan untuk mengungkapkan permasalahannya kepada guru ataupun orangtua. Mereka merasa lebih nyaman ketika menyampaikan permasalahannya dengan cara curhat kepada teman sebaya. Keberadaan kader kesehatan remaja di sekolah diharapkan dapat membantu para remaja untuk mendapatkan informasi yang benar tentang masalah kesehatan yang sering dialami sehingga permasalahan tersebut dapat di atasi sedini mungkin. Berdasarkan permasalahan tersebut, Dinas kesehatan Kabupaten Bantul tanggal 14 April 2014 diaula Medika Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh Dinas Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Menengah dan Non Formal, Dinas Sosial , KPA, BKK PP & KB, BKK PP & KB, KEMENAG, TP – PKK akan menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kader Kesehatan Remaja Tingkat Kabupaten Bantul Tahun 2014. Yang bertujuan untuk memberikan motivasi dan rangsangan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) dan peran serta kader kesehatan remaja di sekolah. Dan kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2014, yang diikuti oleh seluruh SMP dan SMA dari 17 Kecamatan. (HK)

Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat