Berita

Tingkatkan akses dan mutu pelayanan kegawatdaruratan, Dinkes Bantul selenggarakan workshop Public Safety Center (PSC) / pos pelayanan gawat darurat terpadu

Jumat Pon, 17 Februari 2017 13:40 WIB 3112

foto

Di Indonesia menurut hasil riskesdas tahun 2013 prevalensi cedera dan kematian akibat kecelakaan lalulintas meningkat. Bahkan di beberapa kabupaten kota kecelakaan lalulintas merupakan penyebab kematian tertinggi.

Permasalahan kecelakaan lalulintas ini menjadi perhatian pemerintah. Presiden mengeluarkan inpres no. 4 tahun 2013 tentang program dekade aksi keselamatan jalan yang ditujukan ke kepolisian, kementrian, gubernur dan bupati.

Kementrian kesehatan RI sejak tahun 2000 telah  mengembangkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang bertujuan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kegawatdaruratan. SPGDT  merupakan mekanisme pelayanan korban gawat darurat yang terintegrasi dan berbasis call center dengan melibatkan masyarakat, memadukan penanganan gawat darurat mulai dari tingkat pra rumah sakit sampai tingkat rumah sakit dan rujukan antar rumah sakit. Penanganan pada tahap pra rumah sakit di kenal dengan nama public safety center  (PSC) / Pos Pelayanan Gawat Darurat Terpadu.  Pembentukan PSC diharapkan dapat menjamin respon cepat dan tepat untuk menyelamatkan nyawa dan mencegah kecacatan setiap orang yang mengalami kegawatdaruratan.

Workshop tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bantul Bidang SDM dan Kemasyarakatan ( Susanto,SH ) dilanjutkan dengan paparan penanganan gawat darurat yang telah dilakukan di Kabupaten Bantul disampaikan oleh dr Bintarta HS. Materi kedua tentang kebijakan kementrian Kesehatan RI tentang PSC disampaikan oleh dr Budi Sylvana MARS.,MHKes dari NCC. Pengalaman pembentukan PSC disampaikan oleh dr Lana Unwamah dari Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta yang telah membentuk PSC terintegrasi secara nasional dan sekaligus sebagai pemateri ketiga.

Workshop dihadiri peserta 40 orang yang terdiri dari unsur pembiayaan (Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, dll), unsur komunitas relawan ( FPRB, Tagana, Komunitas Otomotif, dll), lintas sektor terkait, PT Telkom, direktur rumah sakit, dan kepala puskesmas se-kab. Bantul pada kamis, 16 februari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul menyelenggarakan workshop PSC.

 

                           


Pelayanan Dinas Kesehatan
  1. Pelayanan Permintaan Data
  2. Pelayanan Perijinan dan Rekomendasi
  3. Pelayanan Permintaan TIM PPPK
  4. Pelayanan Fogging Focus Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue
  5. Pelayanan Praktek Kerja Lapangan dan Mitra Eksternal
  6. Pelayanan Pemeriksaan Kualitas Air Bersih dan Air Minum dalam rangka Pengawasan Kualitas Air di Kabupaten Bantul
  7. Pelayanan Respon Cepat terhadap Pelaporan Dugaan Kejadian Luar Biasa oleh Masyarakat